Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Sony Bekies Kogoya, menyoroti kondisi kekeringan, asap, dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi kondisi tersebut karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama pada sektor pertanian, peternakan, sumber air, dan perekonomian.
Sony menyampaikan hal itu saat menanggapi kondisi cuaca dan kepulan asap yang dalam beberapa waktu terakhir menyelimuti sejumlah wilayah di Nabire.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sony, masyarakat menghadapi situasi yang semakin berat karena hujan belum turun dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, sejumlah tanaman mengalami kekeringan, ternak terdampak, sementara beberapa sumber air mulai berkurang.
“Sudah hampir dua bulan masyarakat hidup dalam kondisi seperti ini. Tanaman kering, ternak mati, dan mata air mulai mengering. Ini kapan baru bisa berakhir?” ujar Sony, (21/8/2026).
Soroti Ancaman Ketahanan Pangan
Selanjutnya, Sony mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap persoalan kekeringan hanya sebagai masalah cuaca. Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Ia menjelaskan, kekeringan dapat mengurangi hasil pertanian. Jika kondisi itu berlangsung lama, masyarakat akan menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sekaligus kehilangan sumber pendapatan.
“Dari sisi ekonomi dan pangan untuk masyarakat, khususnya Papua Tengah, kondisi ini sangat luar biasa dampaknya,” katanya.
Karena itu, Sony mendorong pemerintah melakukan langkah cepat untuk melindungi masyarakat serta menjaga ketersediaan pangan dan sumber air.
Selain melihat persoalan dari aspek lingkungan dan ekonomi, Sony mengajak para pemimpin daerah melakukan introspeksi terhadap berbagai kebijakan yang selama ini berjalan.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan refleksi keagamaan. Menurutnya, sejarah agama mengajarkan pentingnya manusia menjalankan kehidupan sesuai nilai-nilai moral dan ajaran Tuhan.
“Sebagai pemimpin, kita harus introspeksi diri. Bagaimana kebijakan kita selama ini di daerah ini? Baik atau tidak? Apakah Tuhan berkenan atau tidak? Kita harus melihat apakah yang kita lakukan sudah benar,” ujarnya.
Sony juga mengajak masyarakat memperkuat kehidupan keagamaan serta menghindari berbagai persoalan sosial yang menurutnya dapat merusak kehidupan masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia menyinggung peredaran minuman beralkohol dan aktivitas hiburan malam yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
Pertanyakan Penyebab Asap
Sementara itu, Sony juga mempertanyakan kemunculan asap di sejumlah wilayah yang menurut pengamatannya terjadi hampir bersamaan.
Ia menduga pola kemunculan asap tersebut terlihat tidak biasa. Namun, Sony tidak menyertakan bukti yang dapat memastikan adanya tindakan terencana di balik kebakaran tersebut.
“Kalau asap ini muncul serentak, seperti ada yang mengatur. Seolah-olah ada strategi, bakar di sini jam sekian dan di tempat lain pada waktu tertentu,” katanya.
Karena itu, ia meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran dan munculnya asap di wilayah Nabire.
Menurut Sony, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi dampak asap dan kekeringan tanpa kepastian penanganan. Pemerintah perlu mengidentifikasi sumber persoalan sekaligus mengambil langkah pencegahan agar kondisi serupa tidak semakin meluas.
Ajak Masyarakat Berdoa
Di tengah kondisi tersebut, Sony mengajak masyarakat Nabire untuk bersama-sama berdoa dan memohon pertolongan Tuhan.
Ia berharap hujan segera turun sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh sumber air yang cukup, tanaman dapat tumbuh, serta aktivitas ekonomi dan pertanian kembali berjalan.
“Kita minta pertolongan Tuhan dan berdoa supaya Tuhan memberkati daerah ini. Mudah-mudahan hujan turun, tanaman kembali subur, dan masyarakat bisa hidup dengan baik,” ucapnya.
Sony menegaskan bahwa pemerintah perlu melihat persoalan kekeringan, asap, dan kebakaran secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga menyentuh ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan masyarakat, serta kehidupan sosial. (*)
Penulis : Arief Aw













