Verifikasi Kasus MBG di Nabire, BGN Datangi Klinik dan Rumah Sakit

- Admin

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk melakukan observasi dan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (15/03/2026) di beberapa fasilitas kesehatan di Nabire, di antaranya Klinik Alfa, Klinik Gresli, Klinik Larasati, dan RSUD Nabire.

Marsel menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan secara langsung kondisi pasien sekaligus melakukan verifikasi data guna menentukan pasien mana yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan pembiayaan pengobatan dari pihak BGN.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melakukan observasi, pendataan, dan investigasi langsung untuk memastikan apakah siswa atau guru yang dirawat memiliki gejala yang berkaitan dengan konsumsi MBG,” ujar Marsel.

Menurutnya, tidak semua pasien yang mengalami gangguan kesehatan dapat langsung dikategorikan sebagai dampak dari konsumsi MBG. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pemilahan data secara detail.

BGN menetapkan beberapa kriteria untuk menentukan tanggung jawab pembiayaan pengobatan, antara lain status pasien sebagai siswa atau guru penerima manfaat MBG, sekolah asal, waktu konsumsi makanan, serta waktu munculnya gejala yang dialami.

“Gejala yang muncul harus memiliki jarak waktu yang dekat dengan waktu konsumsi makanan. Jika seseorang baru mengalami diare dua hari setelah makan, tentu itu sulit dikaitkan dengan program MBG,” jelasnya.

Marsel juga menegaskan bahwa kasus diare yang dialami masyarakat saat ini tidak semuanya berkaitan dengan program MBG.

“Banyak kasus diare yang terjadi di masyarakat, tetapi tidak semuanya berasal dari konsumsi makanan MBG. Karena itu kami harus melakukan verifikasi secara cermat,” tambahnya.

Selain itu, BGN juga memeriksa hasil laboratorium dan rekam medis pasien yang menjalani perawatan di sejumlah klinik dan rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian besar pasien menunjukkan gejala tifus (tipes) berdasarkan hasil laboratorium.

“Dari hasil lab yang kami cek, hampir semua pasien yang kami temui menunjukkan gejala tifus,” kata Marsel.

Baca Juga:  Emas Topo Nabire: Harapan Ekonomi di Tengah Penertiban Hukum

BGN juga melakukan pengecekan terhadap para guru yang dirawat untuk memastikan status mereka sebagai tenaga pengajar di sekolah penerima manfaat program MBG serta memastikan kapan terakhir kali mereka mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Marsel juga menegaskan bahwa program MBG hanya diperuntukkan bagi penerima manfaat resmi, seperti siswa dan guru. Karena itu, jika ada anggota keluarga lain yang ikut mengonsumsi makanan MBG di rumah dan kemudian mengalami gangguan kesehatan, biaya pengobatannya tidak dapat ditanggung oleh program tersebut.

“MBG disajikan sebagai makanan siap santap di sekolah dan harus langsung dikonsumsi. Makanan tersebut tidak diperuntukkan untuk dibawa pulang atau dikonsumsi oleh anggota keluarga lainnya,” jelasnya.

Dalam program MBG selama Ramadan, pihak BGN menyediakan dua jenis menu, yaitu menu basah dan menu kering. Menu basah harus langsung dikonsumsi di sekolah, sedangkan menu kering diperbolehkan untuk dibawa pulang.

Marsel menjelaskan bahwa makanan MBG dimasak sejak pukul 04.00 hingga 05.00 pagi karena jumlah penerima manfaat yang cukup besar.

Oleh karena itu, makanan basah yang dibawa pulang berpotensi mengalami penurunan kualitas dan tidak lagi layak dikonsumsi.

Dari hasil pendataan di fasilitas kesehatan, BGN menemukan sejumlah pasien yang menjalani perawatan dengan rincian dua pasien di Klinik Larasati, delapan pasien di Klinik Alfa, serta tiga pasien di Klinik Gresli.

Namun pada malam hari, beberapa pasien sudah diperbolehkan pulang oleh tenaga medis.

“Di Klinik Alfa awalnya ada delapan pasien, dua di antaranya sudah pulang sehingga saat ini tersisa enam pasien yang masih menjalani perawatan,” ungkap Marsel.

Sementara itu, satu pasien di Klinik Gresli hingga saat ini belum menjalani pemeriksaan darah sehingga hasil laboratoriumnya masih belum diketahui.

Meski demikian, sebagian besar pasien dilaporkan sudah berangsur pulih, bahkan beberapa di antaranya sudah dapat makan, bermain, dan beraktivitas kembali.

Pihak BGN terus memantau perkembangan kondisi pasien bersama tenaga medis dan berharap dalam waktu dekat lebih banyak pasien yang dapat dipulangkan setelah dinyatakan membaik oleh dokter. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Berita Terbaru