Lomba Profil Sosok Inspiratif, Enam Jurnalis Nabire dan Mimika Jadi Pemenang

- Admin

Kamis, 3 September 2026 - 12:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enam jurnalis dari Nabire dan Mimika menerima penghargaan dalam lomba penulisan profil sosok inspiratif Papua yang digelar PTFI bersama Tempo Institute di Timika. (Dok. Istimewa)

Enam jurnalis dari Nabire dan Mimika menerima penghargaan dalam lomba penulisan profil sosok inspiratif Papua yang digelar PTFI bersama Tempo Institute di Timika. (Dok. Istimewa)

Timika, Papua Tengah || Nabirererkini.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Tempo Institute mengumumkan enam jurnalis sebagai pemenang lomba penulisan profil sosok inspiratif Papua.

Pengumuman berlangsung dalam rangkaian inaugurasi jurnalis Timika dan Nabire di Hotel Horison Diana Timika, Jumat (28/8/2026) malam.

Lomba tersebut mempertemukan jurnalis dari Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika. Panitia menilai karya peserta berdasarkan kemampuan mengangkat kisah inspiratif dari berbagai lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk kategori Nabire, Joice Jafettin Jemme Rumkorem dari Nabirenews.com meraih juara pertama. Arnold Paulus Saudila dari RRI Nabire menempati posisi kedua, sedangkan Siti Hawa dari Nabirenet.com meraih juara ketiga.

Sementara itu, Linda Bubun Langi dari PorosPapua.com meraih juara pertama kategori Mimika. Mauretsius Sadipun dari Timika Express menempati posisi kedua dan Lidia D. Notan dari TimikaBisnis.com meraih juara ketiga.

Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari pelatihan penulisan feature profil.

Pelatihan itu melibatkan 27 jurnalis, terdiri atas 14 peserta dari Mimika dan 13 peserta dari Nabire.

Setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta mendapat kesempatan mengembangkan materi menjadi karya profil untuk mengikuti perlombaan.

Selanjutnya, empat juri dari Tempo Institute dan PTFI menilai karya tersebut.

Keempat juri terdiri atas Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute; Katri Kristanti, Vice President Corporate Communication PTFI; serta Philipus Parera dan Dimas Ibrahim dari Tempo Institute.

Qaris mengatakan peserta banyak mengangkat kisah masyarakat biasa yang memiliki nilai inspiratif. Mereka menulis berbagai sosok, mulai dari tukang sayur, guru, dokter, perajin hingga seniman.

“Sebagian besar kisah yang teman-teman tulis itu sangat inspiratif. Bukan kisah orang-orang besar yang kemudian bisa kita temukan di mana-mana, tetapi kisah orang-orang biasa,” ujar Qaris.

Menurut Qaris, kehidupan masyarakat sehari-hari menyimpan banyak cerita yang layak mendapat perhatian. Karena itu, ia menilai jurnalis perlu melihat sisi inspiratif dari lingkungan sekitar dan mengemasnya melalui karya jurnalistik yang kuat.

Selain memberikan penghargaan kepada para pemenang, PTFI dan Tempo Institute juga menyiapkan program fellowship selama dua bulan. Program tersebut melibatkan enam jurnalis, dengan masing-masing tiga peserta dari Nabire dan Mimika.

Selama mengikuti fellowship, setiap jurnalis mendapat target menghasilkan empat tulisan profil dalam waktu dua bulan.

Baca Juga:  Jejak Wapres Gibran di Nabire: Pengamanan Ketat, Senyum Anak-anak, dan Harapan Baru

Program ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk mempertajam kemampuan melakukan riset, wawancara, penggalian data, serta penulisan feature profil.

Qaris berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan menulis. Menurutnya, jurnalis juga perlu terus mengembangkan kapasitas agar mampu mengikuti perubahan dan tantangan industri media.

Dorong Jurnalis Beradaptasi dengan Perubahan Media

External Communications Manager Corporate Communications PTFI, Desy Saputra, mengatakan perubahan industri media menuntut jurnalis untuk terus beradaptasi. Perubahan perilaku audiens juga mendorong media untuk mencari cara baru dalam menyajikan karya jurnalistik.

Atas dasar itu, PTFI bersama Tempo Institute mengembangkan rangkaian program yang mencakup pelatihan, lomba jurnalistik, dan fellowship.

“Kami menginisiasi kegiatan ini, mulai dari pelatihan, lomba jurnalistik, kemudian juga dirangkai dengan fellowship,” kata Desy.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong jurnalis di Papua meningkatkan kemampuan mereka.

“Mudah-mudahan langkah kecil yang kami awali dari tahun ini memberikan apresiasi kepada teman-teman, menyemangati teman-teman untuk terus meningkatkan diri, meningkatkan kapasitas, adaptif terhadap perubahan media saat ini,” ujarnya.

Desy menilai penulisan profil membutuhkan kemampuan jurnalistik yang kuat. Jurnalis tidak cukup hanya menemukan sosok menarik, tetapi juga perlu menggali ide, mengumpulkan data dan fakta, melakukan wawancara, serta menyusun analisis sebelum menghasilkan tulisan.

“Menulis profil itu tidak mudah, tetapi menarik. Karena di situ ada proses untuk menggali ide, mencari data, mencari fakta, kemudian analisis juga,” katanya.

Karena itu, Desy mendorong jurnalis mengembangkan karya jurnalistik ke berbagai bentuk. Menurutnya, perkembangan media membuka peluang bagi jurnalis untuk menghasilkan konten kreatif yang tetap mengedepankan prinsip jurnalistik.

“Dari kerja jurnalistik yang luar biasa ini, kita perlu lanjutkan lagi. Apakah hanya berhenti sebagai berita saja atau kita bisa naikkan lagi levelnya, misalnya menjadi news creator,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, PTFI dan Tempo Institute berharap jurnalis di Nabire dan Mimika memiliki ruang belajar yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan keterampilan menulis, program itu juga mendorong peserta menghasilkan karya jurnalistik yang relevan dengan perkembangan industri media. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT