Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire mengawal secara humanis proses penataan kawasan Pantai Nabire dan rencana relokasi aktivitas perdagangan ke kawasan Taman Gizi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah aspirasi serta keberatan yang disampaikan sejumlah warga, (7/9/2026).
jajaran Polres Nabire melalui Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) terlebih dahulu memantau perkembangan situasi serta menyerap aspirasi para pedagang di kawasan Pantai Nabire, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres Nabire AKP Sugiarto, S.H., bersama KBO Sat Intelkam AIPTU Zulham CH Arlan.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawenari bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah menjelaskan rencana Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menata kawasan Pantai Nabire.
Pemerintah Kabupaten Nabire berencana mengembangkan Pantai Nabire sebagai ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan representatif. Sementara itu, aktivitas perdagangan akan diarahkan ke kawasan Taman Gizi yang direncanakan menjadi pusat kegiatan kuliner.
Sejalan dengan hal tersebut, Polres Nabire mengedepankan dialog dalam setiap tahapan pengamanan. Aparat memberikan ruang kepada para pedagang untuk menyampaikan aspirasi maupun keberatan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Kapolres Tekankan Pendekatan Persuasif
Setelah berdialog dengan para pedagang di Pantai Nabire, Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire melanjutkan pembahasan melalui rapat koordinasi di Mapolres Nabire.
Rapat tersebut dipimpin Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, bersama Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawenari, Kepala Distrik Nabire Yusak Jitmau, Kepala BKSDM Kabupaten Nabire Cyprianus Rahawarin, S.Sos., Kasat Intelkam AKP Sugiarto, S.H., Kasat Reskrim IPTU Bogi Transtanto, S.H., serta Kasi Propam IPDA Anis Kari.
Dalam rapat tersebut, Kapolres menegaskan bahwa jajaran Polres Nabire sejak awal telah membangun komunikasi dengan para pedagang guna memperoleh informasi langsung mengenai aspirasi dan keberatan masyarakat.
“Setiap langkah harus dilaksanakan berdasarkan prosedur yang berlaku. Kita mengedepankan komunikasi serta pendekatan persuasif dan humanis agar tidak terjadi benturan di lapangan,” demikian inti arahan Kapolres Nabire.
Kapolres juga meminta seluruh pihak memastikan adanya pemberitahuan resmi dan koordinasi yang memadai sebelum melaksanakan tindakan di lapangan.
Selanjutnya, Polres Nabire akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kondisi kamtibmas selama proses penataan berlangsung.
Kapolres dan Pemkab Tinjau Kawasan Taman Gizi
Pada siang hari, Kapolres Nabire bersama Wakil Bupati Nabire dan sejumlah instansi terkait meninjau kawasan Taman Gizi.
Kunjungan tersebut bertujuan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai rencana pengembangan kawasan Taman Gizi sebagai pusat aktivitas perdagangan dan wisata kuliner.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi dan keberatan. Salah satunya berkaitan dengan koordinasi mengenai rencana penataan dan perluasan kawasan yang dinilai belum optimal.
Masyarakat juga menyampaikan adanya klaim kepemilikan atau hak atas tanah di sekitar lokasi yang akan ditata.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres meminta warga yang memiliki dokumen atau sertifikat kepemilikan tanah untuk membawa bukti tersebut dalam pertemuan atau mediasi resmi bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan instansi terkait.
Kapolres menekankan bahwa penyelesaian persoalan harus mengutamakan komunikasi dan mediasi. Dengan demikian, setiap pihak memiliki kesempatan untuk menyampaikan kepentingannya secara tertib tanpa menimbulkan konflik.
Pembersihan Lahan Dihentikan Sementara
Dalam proses penataan tersebut, aparat bersama pemerintah daerah menghentikan sementara kegiatan pembongkaran dan pembersihan lahan di sekitar Taman Gizi yang menggunakan alat berat.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta kebutuhan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait status dan penataan kawasan.
Sementara itu, Polres Nabire tetap melakukan pemantauan dan mengumpulkan bahan keterangan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama proses penataan dan rencana relokasi berlangsung.
Kapolres Nabire juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Polres Nabire menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses secara humanis, profesional, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga kepentingan masyarakat sekaligus memastikan situasi keamanan di Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif.
Selanjutnya, Polres Nabire bersama Pemerintah Kabupaten Nabire akan melanjutkan koordinasi dan mediasi guna mencari solusi terkait penataan Pantai Nabire, rencana relokasi pedagang, serta pengembangan kawasan Taman Gizi. (*)













