TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Militer di Yuguru

- Admin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan. TPNPB melalui siaran pers pada Kamis (13/8/2026) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat keamanan di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, pada 3 Juli 2026. Dok_TPNPB

Situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan. TPNPB melalui siaran pers pada Kamis (13/8/2026) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat keamanan di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, pada 3 Juli 2026. Dok_TPNPB

Nduga, Papua Pegunungan || Nabireterkini.com — Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) melalui siaran pers yang diterima pada Kamis (13/8/2026) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat keamanan di sebuah pos militer di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga.

Dalam pernyataan tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut serangan terjadi pada 3 Juli 2026.

Mereka mengklaim serangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Mugi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siaran pers tersebut menyebut laporan berasal dari Komandan TPNPB Batalyon Mugi, Mayor Nereminus Gwijangge, yang diklaim berada di wilayah Nduga.

TPNPB mengklaim tiga aparat keamanan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

Mereka juga menyebut terjadi kontak senjata setelah serangan berlangsung.

Namun, klaim mengenai jumlah korban maupun kronologi penyerangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia dalam siaran pers itu.

TPNPB Klaim Situasi Masih Siaga

Dalam pernyataannya, pihak TPNPB menyebut situasi keamanan di wilayah konflik Nduga masih berada dalam kondisi siaga sejak Juli hingga Agustus 2026.

Mereka beralasan kondisi tersebut membuat laporan mengenai penyerangan baru disampaikan kepada publik pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga:  Jesicca Urbinas: Perempuan dan Pemuda Punya Peran Jaga Kedamaian Papua

Mayor Nereminus Gwijangge, sebagaimana dikutip dalam siaran pers tersebut, juga meminta Panglima TNI dan Menteri Pertahanan memberikan penjelasan mengenai jumlah korban dalam insiden yang mereka klaim terjadi di Yuguru.

TPNPB turut menyatakan bahwa pasukan yang terlibat dalam serangan tersebut berada di bawah kepemimpinan yang mereka sebut sebagai Brigjen Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Belia Kogeya.

Disebut sebagai Laporan Resmi TPNPB

Siaran pers bertanggal Kamis, 13 Agustus 2026, tersebut dikeluarkan oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM.

Dalam dokumen yang sama, sejumlah pimpinan TPNPB turut dicantumkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pernyataan organisasi tersebut, termasuk Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari perkembangan informasi mengenai situasi keamanan di wilayah Nduga.

Nabireterkini.com belum memperoleh konfirmasi independen dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait klaim korban dan kronologi penyerangan yang disampaikan TPNPB.

Karena itu, informasi mengenai jumlah korban serta detail kejadian dalam laporan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang. (*)

Sumber Berita: Juru bicara TPNPB-OPM sebby Sambom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT