Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Sekitar 350 masyarakat dari berbagai suku mengikuti Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Taman Gizi Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.38 hingga 17.20 WIT dengan mengusung tema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai.” Ketua LMA Kabupaten Nabire, Karel Misiro, mengoordinasikan kegiatan bersama Korwil LMA Provinsi Papua Tengah, Yona Kogoya.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla., Kasubdit I Politik Ditintelkam Polda Papua Tengah AKBP Sancoko Punjung Seksono, S.H., S.I.K., M.H., Pasipers Kodim 1705/NBR Kapten Inf La Samute, serta Kabagops Polres Nabire AKP Fransiskus Kia Tapu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Ketua LMA Provinsi Papua Tengah Jhon Kogoya, Yona Kogoya, para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai latar belakang suku.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan oleh pembawa acara pada pukul 15.38 WIT, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa pembuka yang dipimpin Pdt. Y. Mumberi, S.Th.
Dalam sambutannya, Yona Kogoya mengapresiasi kehadiran masyarakat dari berbagai suku. Ia menilai keberagaman masyarakat Nabire menjadi kekuatan penting dalam membangun daerah secara bersama-sama.
Menurut Yona, masyarakat Nabire berasal dari berbagai suku, antara lain Dani, Mee, Damal, serta suku lainnya. Karena itu, perbedaan suku dan budaya harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Keberagaman ini bukan menjadi alasan untuk kita saling membedakan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah ini secara bersama-sama,” ujar Yona.
Ia menegaskan komitmen LMA untuk ikut menjaga keamanan, kedamaian, persatuan, dan kehidupan sosial masyarakat di Tanah Papua.
Selain itu, Yona mengajak masyarakat saling menghormati serta menghindari berbagai tindakan yang dapat merugikan orang lain. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah, terutama peningkatan pendidikan bagi anak-anak Papua.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Nabire mempertahankan kerukunan yang telah terbangun tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
Ketua LMA Kabupaten Nabire sekaligus Ketua Panitia, Karel Misiro, mengatakan deklarasi tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat adat dalam memperingati HUT ke-81 RI.
Karel menyampaikan apresiasi kepada kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta seluruh warga yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Kita hadir bersama-sama dari berbagai suku dan latar belakang untuk menunjukkan bahwa masyarakat adat di Kabupaten Nabire tetap menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian,” kata Karel.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk terus menjaga adat, budaya, persaudaraan, dan persatuan. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya harus menjadi modal sosial dalam membangun Kabupaten Nabire.
Deklarasi Tolak Provokasi dan Kekerasan
Pada pukuKarel Misiro membacakan Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara Menyongsong Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Melalui deklarasi tersebut, masyarakat adat Nusantara di Kabupaten Nabire menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, agama, dan adat merupakan kekuatan untuk mempererat persaudaraan, keharmonisan, serta persatuan.
Masyarakat juga menyatakan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka menolak provokasi, kekerasan, konflik antarsuku, penyebaran berita bohong, serta berbagai tindakan yang berpotensi memecah persatuan.
Selain itu, masyarakat menyatakan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Deklarasi kemudian ditutup dengan seruan bersama:
“Berbeda suku, satu persaudaraan. Berbeda budaya, satu Indonesia. Nabire aman, damai, dan bersatu!”
Setelah pembacaan deklarasi, peserta mengikuti sesi foto bersama dan doa penutup sebelum melanjutkan kegiatan pawai.
Pawai Adat Nusantara Keliling Nabire
Pawai Masyarakat Adat Nusantara mulai bergerak pada pukul 16.18 WIT dari Taman Gizi Oyehe.
Rombongan bergerak menuju kawasan Pasar Smoker, kemudian berputar di depan RSUD Nabire dan melanjutkan perjalanan menuju Malompo.
Selanjutnya, peserta melewati kawasan Akper, menuju Kusuma Bangsa, kemudian turun ke Jalan Merdeka dan melanjutkan perjalanan ke Girimulyo.
Rombongan kemudian berbelok menuju Wonorejo dan melewati kawasan Kantor DPR dan MRP di Kalibobo sebelum kembali menuju Taman Gizi Oyehe sebagai titik akhir.
Peserta tiba sekitar pukul 17.20 WIT dan mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana aman dan tertib.
Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara tersebut menjadi momentum masyarakat Nabire untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman. Selain memeriahkan HUT ke-81 RI, kegiatan itu membawa pesan bersama untuk menjaga keamanan, kedamaian, adat, budaya, serta persatuan di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah. (*)













