Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Persoalan antara warga Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Nabire (IKTK) dan aparat kepolisian yang terjadi setelah persidangan di Pengadilan Negeri Nabire, Senin (24/8/2026), berakhir dengan kesepakatan damai.
Wakapolres Nabire, Dr. Piter Kendek, M.M., bersama Wakil Ketua IKTK Kabupaten Nabire, Ruben Tandi, S.H., menyampaikan penyelesaian tersebut dalam pertemuan di ruang Reskrim Polres Nabire pada Senin malam.
Dr. Piter Kendek, M.M. mengatakan, dirinya mewakili Kapolres Nabire, sementara Ruben Tandi mewakili warga IKTK Kabupaten Nabire. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan yang muncul setelah kegiatan persidangan pada siang hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permasalahan ini sudah dinyatakan selesai. Semua pihak, baik warga IKTK yang sempat mengalami miskomunikasi dengan kami pihak aparat kepolisian, sudah membuat surat pernyataan. Pada dasarnya semua meminta maaf dan saling memaafkan,” ujar Dr. Piter Kendek, M.M.
Ia menjelaskan, pihak-pihak yang sebelumnya dimintai keterangan telah menandatangani surat pernyataan sebagai bagian dari penyelesaian persoalan.
Wakapolres Nabire juga menegaskan komitmen kepolisian bersama masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire tetap kondusif.
“Kami punya komitmen menjaga Nabire tetap aman. Kami juga punya komitmen untuk melakukan evaluasi sehingga ke depan tidak ada lagi chaos atau bentrokan antara masyarakat IKTK dengan aparat kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IKTK Kabupaten Nabire, Ruben Tandi, S.H., mengatakan pihaknya telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan tersebut bersama pihak kepolisian.
“Atas nama seluruh warga IKTK yang hadir dalam persidangan, kami sudah mengambil keputusan untuk menyelesaikan bersama-sama dengan pihak kepolisian. Itu sudah dilaksanakan dan semua sudah saling memaafkan,” kata Ruben.
Ruben juga mengimbau seluruh warga agar tidak memperpanjang persoalan maupun menyebarkan informasi yang dapat memicu masalah baru.
“Kami sebagai pengurus IKTK menyampaikan bahwa masalah ini sudah diselesaikan dan sudah saling memaafkan satu sama lain. Baik dari warga masyarakat Toraja maupun pihak kepolisian, semuanya sudah saling memaafkan,” ujarnya.
Dengan kesepakatan tersebut, kedua pihak berharap situasi Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif. Kepolisian dan pengurus IKTK juga mengajak seluruh masyarakat menghormati kesepakatan serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Nabire. (*)
Penulis : Arief Aw













