Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Malam mulai menyelimuti Kampung Lagari Jaya dan Kampung Biha, Kabupaten Nabire, Senin (24/8/2026). Di tengah aktivitas warga yang mulai berkurang, personel Polsek Makimi menyusuri sejumlah ruas jalan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga.
Patroli dialogis tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIT. PS. Kanit Samapta Polsek Makimi, Bripka Nuryadi, memimpin kegiatan bersama personel piket Regu I, yakni Aipda Hamlianus, Bripka I Ketut Gama, dan Briptu Karel Rumasep.
Dari Kampung Lagari Jaya hingga Kampung Biha, personel memantau aktivitas masyarakat sekaligus mengecek sejumlah titik yang membutuhkan perhatian. Petugas juga memperhatikan kegiatan ronda dan kondisi ruas jalan yang berpotensi menjadi lokasi gangguan keamanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, patroli malam itu tidak sekadar menyusuri jalan.
Personel berhenti dan berdialog dengan warga. Polisi menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek Makimi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” demikian pesan personel kepada warga.
Polisi Ingatkan Bahaya Membakar Lahan
Di tengah kondisi kemarau yang membuat rumput dan sejumlah material mudah terbakar mengering, personel juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
Petugas meminta masyarakat tidak membakar rumput kering, lahan perkebunan, maupun material mudah terbakar tanpa pengawasan. Imbauan tersebut menjadi penting karena kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Karena itu, polisi mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan, terutama ketika sejumlah wilayah Nabire menghadapi kondisi cuaca kering dan persoalan asap akibat Karhutla.
Patroli Sekaligus Membangun Komunikasi
Lebih dari sekadar menjaga situasi keamanan, patroli dialogis menjadi ruang bagi polisi untuk mendengar langsung kondisi masyarakat.
Melalui komunikasi tersebut, personel dapat mengetahui situasi keamanan di tingkat kampung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga menjadi langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pendekatan humanis ini sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga berupaya membangun komunikasi sebelum gangguan muncul.
Setelah menyusuri wilayah sasaran dan berdialog dengan warga, patroli berakhir sekitar pukul 21.00 WIT. Selama kegiatan berlangsung, personel memantau situasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Polsek Makimi memastikan kegiatan preventif akan terus dilakukan. Selain menjaga kamtibmas, polisi juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah Karhutla, terutama selama kondisi cuaca masih kering.
Dengan patroli rutin dan keterlibatan masyarakat, keamanan lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga di wilayah hukum Polsek Makimi. (*)
Penulis : Arief Aw













