Nabireterkini.com || Nabire, Papua Tengah — Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, S.H., mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan persaudaraan selama proses persidangan perkara dugaan pembunuhan seorang anak di Nabire.
Melkias meminta masyarakat mengawal proses hukum secara tertib serta menghormati kewenangan aparat penegak hukum dan majelis hakim.
Menurutnya, masyarakat perlu memperjuangkan keadilan tanpa membiarkan persoalan hukum berkembang menjadi konflik antarsuku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keadilan harus diperjuangkan, tetapi persaudaraan jangan sampai dikorbankan. Nabire adalah rumah kita bersama,” ujar Melkias, (26/8/2026).
Ia juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban dan berharap persidangan berjalan sesuai ketentuan hukum sehingga memberikan kepastian serta memenuhi rasa keadilan.
Selain itu, Melkias mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial dan pesan berantai.
“Jangan langsung percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.
Melkias juga meminta masyarakat menghindari intimidasi, ancaman, perusakan, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan jalannya persidangan.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pidana merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat dibebankan kepada seluruh suku atau komunitas.
Karena itu, Melkias mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta berbagai organisasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Nabire tetap aman.
Ia juga menyerukan persaudaraan antara masyarakat asli Papua dan seluruh warga dari berbagai latar belakang yang tinggal di Nabire.
“Kita boleh berbeda suku, berbeda bahasa, dan berbeda asal daerah, tetapi kita hidup di kota yang sama. Karena itu, kita mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga kedamaian,” ujarnya.
Melkias menegaskan bahwa dirinya tidak berpihak pada satu kelompok untuk mempertentangkan kelompok lainnya. Sebagai Kepala Suku Besar Meepago, ia menyatakan berdiri untuk kemanusiaan, keadilan, keselamatan masyarakat, dan persaudaraan.
Ia berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat terus membangun komunikasi agar persoalan hukum tidak berkembang menjadi konflik sosial.
“Keadilan harus tegak, persaudaraan jangan retak, dan Nabire harus tetap damai,” tegas Melkias. (*)
Penulis : Red
Sumber Berita: Kepala Suku Besar Wilayah Meepago













