Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Pemerintah bersama jajaran TNI terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan berkepanjangan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Danramil Nabire, Kapten Inf. LA Sabara, melaksanakan perintah Dandim untuk melakukan survei titik sumber air di wilayah Distrik Nabire Barat. Kegiatan ini merupakan tahap awal sebelum pembangunan sumur bor bagi masyarakat.
“Kami diperintahkan oleh Dandim untuk melaksanakan arahan dan petunjuk Bapak Bupati, khususnya melakukan survei titik sumber air di wilayah Nabire Barat,” kata Kapten Inf. LA Sabara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemerintah dan TNI akan memperluas survei ke seluruh distrik di Kabupaten Nabire. Selain melakukan pengecekan, ia juga bertugas sebagai koordinator dalam menentukan titik pembangunan sumur bor.
Kapten LA Sabara menjelaskan, tim memprioritaskan lokasi yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah distrik dan kepala kampung turut dilibatkan dalam menentukan lokasi pembangunan, terutama di area fasilitas umum.
“Penentuan titik juga melibatkan kepala distrik dan kepala kampung. Kami memilih lokasi fasilitas umum agar masyarakat di wilayah tersebut dapat mengakses sumber air bersih,” ujarnya.
Pada tahap awal, tim memeriksa lima titik di wilayah Nabire Barat, yang mencakup Waroki, Kampung Gerbang Sadu, Bumi Raya, Bumi Mulia, SP2, serta Kampung Wadio.
Survei tersebut bertujuan memastikan kelayakan titik sumber air sebelum proses pengeboran dimulai. Berdasarkan arahan Dandim, pembangunan sumur bor direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin.
“Kegiatan hari ini merupakan tahapan pengecekan dan penentuan titik sumber air. Setelah itu, sesuai arahan Dandim, pembangunan sumur bor akan mulai dilaksanakan,” jelasnya.
Kapten LA Sabara berharap proses pengeboran dapat menemukan sumber air dengan debit yang memadai sehingga masyarakat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah.
Selain itu, pembangunan sumur bor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian air menggunakan tangki selama masa kekeringan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Dengan adanya sumber air, masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada pembelian air tangki,” katanya.
Ia menambahkan, hasil survei setiap titik akan dilaporkan secara berjenjang kepada pihak terkait sebagai bahan penentuan langkah selanjutnya.
Ke depan, pemerintah bersama jajaran TNI menargetkan survei sumber air dapat menjangkau seluruh distrik di Kabupaten Nabire. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan berkepanjangan. (*)
Penulis : Arief Aw













