Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kepolisian Resor (Polres) Nabire menyiapkan 365 personel untuk mengamankan persidangan perkara pembunuhan remaja berusia 14 tahun di Kampung Waroki, Kabupaten Nabire, yang memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, personel yang dikerahkan terdiri atas anggota Polres Nabire, personel Brimob Yon B Nabire, serta personel Polda Papua Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Samuel kepada awak media seusai mengikuti rapat koordinasi di Nabire, Minggu malam (30/8/2026) di Mapolres.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyiapkan 365 personel yang terdiri atas anggota Polres Nabire, personel Brimob Yon B Nabire, dan personel Polda Papua Tengah,” ujar Samuel.
Menjelang pelaksanaan persidangan, Polres Nabire menggelar rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, perwakilan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Ketua DPRK Nabire, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak, Wakapolres, serta sejumlah pejabat utama Polres Nabire.
Menurut Samuel, rapat tersebut menyepakati agar masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai dan tetap menghormati jalannya persidangan.
“Pada intinya, kami menyepakati bahwa penyampaian aspirasi besok dilaksanakan secara damai,” katanya.
Polisi Ajak Masyarakat Menjaga Keamanan Bersama
Samuel menegaskan bahwa kepolisian akan mengedepankan pendekatan persuasif selama masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib.
Ia mengatakan, personel kepolisian akan berada di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi dinamika yang mungkin terjadi di lapangan.
“Apabila seluruh pihak berkomitmen menjaga keamanan dan kedamaian dalam penyampaian aspirasi, kami akan berbaur bersama masyarakat. Kami hadir karena masyarakat, sehingga tidak mungkin berada jauh dari masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, Samuel mengajak seluruh pihak menjadikan pelaksanaan aksi sebelumnya sebagai bahan evaluasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.
“Jika penyampaian aspirasi dilaksanakan dengan belajar dari evaluasi kejadian sebelumnya dan seluruh pihak dapat bersikap dewasa, mari kita bersama-sama menjaga keamanan serta menghormati persidangan yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Polisi Mengantisipasi Pihak yang Berpotensi Memicu Gangguan
Selain mengamankan massa, Polres Nabire juga mengantisipasi kemungkinan kehadiran pihak-pihak yang berpotensi memicu gangguan selama kegiatan berlangsung.
Samuel mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif atau menyesatkan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat terkait penyampaian aspirasi besok agar tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang bersifat provokatif maupun menyesatkan di lapangan,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana atau kejahatan selama kegiatan berlangsung.
“Apabila Bapak dan Ibu melihat indikasi tindak pidana atau kejahatan di lapangan, silakan menghubungi kami melalui call center 110 atau melaporkannya kepada petugas Polres yang melaksanakan pengamanan,” katanya.
Pengamanan Dibagi di Pengadilan dan Kejaksaan
Untuk memastikan seluruh rangkaian proses hukum berlangsung aman, Polres Nabire membagi personel pengamanan di dua lokasi, yakni Pengadilan Negeri Nabire dan Kejaksaan Negeri Nabire.
“Pengamanan kami bagi di dua lokasi, tidak hanya di pengadilan, tetapi juga di Kejaksaan Negeri Nabire,” jelas Samuel.
Menurutnya, pengamanan tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada seluruh pihak serta memastikan persidangan berlangsung tanpa gangguan.
“Keamanan bersama diperlukan untuk memastikan persidangan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Samuel kembali menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian. Ia mengajak masyarakat turut menjaga ketertiban selama proses persidangan dan penyampaian aspirasi berlangsung.
Melalui koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan peserta aksi, Polres Nabire berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, damai, dan tertib. (*)
Penulis : Arief Aw













