Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Pemerintah Distrik Makimi mendorong agar penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) berlangsung tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi mengenai aturan pengambilan BBM kepada masyarakat di wilayah Distrik Makimi.
Kepala Distrik Makimi, Wendelinus Bere, menjelaskan mekanisme pengambilan BBM, ketentuan antrean, serta prosedur yang harus dipatuhi masyarakat saat menerima pelayanan di APMS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penerapan aturan tersebut penting untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang adil dalam mendapatkan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada 10 September 2026.
Pemerintah juga berharap masyarakat memahami ketentuan yang berlaku agar proses pelayanan dapat berlangsung aman dan teratur.
Dengan demikian, potensi kesalahpahaman maupun gangguan dalam antrean dapat diminimalkan.
Mendorong Penyaluran BBM Tepat Sasaran
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat memperoleh penjelasan mengenai pentingnya mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
Pengguna BBM juga diminta tidak melakukan pengambilan secara berulang karena dapat mengurangi kesempatan masyarakat lainnya.
Pemerintah Distrik Makimi bersama pihak terkait turut mendorong pengelola APMS untuk menjaga keterbukaan informasi dalam proses pelayanan.
Komunikasi antara pengelola, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai penting untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lapangan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta menyampaikan keluhan maupun keberatan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, bukan melalui tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar menjaga ketertiban antrean selama proses pengambilan BBM berlangsung.
Dengan mematuhi mekanisme yang ada, pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan teratur.
Warga Menyoroti Dampak Kekeringan
Di tengah pembahasan mengenai kebutuhan BBM, masyarakat turut menyampaikan kondisi ekonomi yang mereka hadapi akibat kekeringan di wilayah tersebut.
Kondisi cuaca dan kekeringan menyebabkan sebagian masyarakat mengalami gagal panen, bahkan tidak dapat melakukan penanaman. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap sumber penghasilan dan pemenuhan kebutuhan keluarga.
Masyarakat berharap pemerintah terus memberikan perhatian melalui bantuan pangan dan bantuan sosial lainnya agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama menghadapi kondisi tersebut.
Aspirasi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan karena kebutuhan BBM dan pangan sama-sama berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas serta kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk terus bekerja dan berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga sesuai kemampuan, pekerjaan, dan keahlian masing-masing.
Pemerintah diharapkan terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Sementara itu, warga juga didorong untuk memanfaatkan potensi dan kemampuan yang dimiliki guna menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga.
Membangun Koordinasi untuk Mencegah Persoalan
Sosialisasi aturan pengambilan BBM sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Pemerintah Distrik Makimi berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi dan kepentingan masing-masing.
Pengelola APMS perlu memberikan pelayanan sesuai ketentuan, sementara masyarakat diharapkan mematuhi mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan koordinasi yang baik, persoalan terkait distribusi BBM dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama tanpa menimbulkan konflik.
Selain itu, pemerintah dan masyarakat dapat membangun kesepahaman agar ketersediaan BBM yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Distrik Makimi bersama pihak terkait terus mendorong terciptanya pelayanan publik yang tertib dan transparan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran distribusi BBM, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi akibat kekeringan dan gagal panen.
Melalui kerja sama antara pemerintah, pengelola APMS, aparat keamanan, dan masyarakat, penyaluran BBM di Distrik Makimi diharapkan dapat berlangsung lancar, tepat sasaran, serta tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif. (*)
Penulis : Andi Syahril













