Mahasiswa Tolikara di Makassar Terancam Kehilangan Tempat Tinggal, Minta Pemerintah Daerah Segera Bertindak

- Admin

Sabtu, 12 September 2026 - 20:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Tolikara yang tergabung dalam IPM-T Kota Studi Makassar menyampaikan aspirasi terkait dana pemondokan dan beasiswa yang belum terealisasi. Dok_IPM-T Makassar

Mahasiswa Tolikara yang tergabung dalam IPM-T Kota Studi Makassar menyampaikan aspirasi terkait dana pemondokan dan beasiswa yang belum terealisasi. Dok_IPM-T Makassar

Makassar, Sulawesi Selatan|| Nabireterkini.com — Mahasiswa Tolikara yang menempuh pendidikan di Kota Studi Makassar menyampaikan keprihatinan atas belum terealisasinya dana pemondokan dan bantuan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Menurut Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Tolikara (IPM-T) Kota Studi Makassar, kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap kehidupan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa bahkan dilaporkan menghadapi persoalan dengan pemilik kontrakan karena kewajiban pembayaran tempat tinggal belum terselesaikan.

Ketua Umum IPM-T Makassar, Kion Tabuni, mengatakan para mahasiswa datang ke Makassar untuk menempuh pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan Tolikara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurutnya, persoalan biaya pemondokan dan beasiswa justru menambah tekanan yang harus dihadapi mahasiswa di luar kegiatan akademik.

“Mahasiswa bukan sekadar angka dalam laporan administrasi. Kami adalah anak-anak Tolikara yang sedang berjuang membawa nama daerah,” tegas Kion dalam pernyataan yang disampaikan di Makassar, Jumat (11/9/2026).

Dana Pemondokan dan Beasiswa Diminta Segera Direalisasikan

IPM-T Makassar mendesak Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui dinas terkait untuk segera memberikan kepastian mengenai realisasi dana pemondokan mahasiswa, baik di Kota Studi Makassar maupun di kota studi lainnya di Indonesia.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah segera merealisasikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang hingga kini belum menerimanya.

Menurut IPM-T, kepastian tersebut penting karena kebutuhan tempat tinggal dan biaya pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan studi mahasiswa di daerah perantauan.

“Kami tidak meminta kemewahan atau fasilitas berlebihan. Kami hanya meminta pemenuhan hak dan kebutuhan dasar agar dapat terus melanjutkan pendidikan,” kata Kion.

IPM-T juga meminta pemerintah menyampaikan informasi secara terbuka mengenai anggaran, mekanisme, serta jadwal realisasi bantuan kepada mahasiswa.

Mahasiswa Mempertanyakan Tanggung Jawab Pemerintah

Kondisi yang dihadapi mahasiswa mendorong IPM-T mempertanyakan sejauh mana pendidikan mahasiswa masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Mereka juga meminta kepastian mengenai dana pemondokan yang selama ini dinantikan.

IPM-T mengimbau pemerintah agar tidak membiarkan mahasiswa menghadapi persoalan tempat tinggal tanpa kepastian. Menurut mereka, mahasiswa membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak agar dapat berkonsentrasi menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga:  Dari Patroli Malam hingga Cegah Karhutla, Polisi Hadir di Tengah Warga Makimi

“Jangan biarkan mahasiswa Tolikara terlantar di kota studi. Jangan biarkan beasiswa hanya menjadi harapan. Jangan biarkan pemondokan hanya menjadi janji,” tegas Kion.

Lima Tuntutan IPM-T

Melalui pernyataan tersebut, IPM-T Kota Studi Makassar menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Pertama, pemerintah diminta segera merealisasikan dana pemondokan bagi mahasiswa Tolikara di Kota Studi Makassar dan kota studi lainnya di seluruh Indonesia.

Kedua, pemerintah diminta segera merealisasikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang belum menerimanya.

Ketiga, pemerintah diminta memberikan kepastian mengenai waktu dan mekanisme pencairan dana pemondokan serta beasiswa.

Keempat, pemerintah diminta menyampaikan informasi secara transparan mengenai anggaran dan proses realisasi bantuan mahasiswa.

Kelima, pemerintah diminta memastikan tidak ada lagi mahasiswa Tolikara yang kehilangan tempat tinggal akibat keterlambatan realisasi dana pemondokan.

IPM-T Menempuh Jalur Terbuka dan Damai

Meskipun menyampaikan kritik, IPM-T menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati Pemerintah Kabupaten Tolikara sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat.

Kion mengatakan mahasiswa akan terus menyampaikan aspirasi secara terbuka, damai, dan bermartabat hingga memperoleh kejelasan serta penyelesaian yang nyata.

“Kami menghormati Pemerintah Kabupaten Tolikara sebagai pemerintah yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakatnya. Namun, rasa hormat tidak berarti kami harus diam ketika persoalan yang menyangkut kehidupan dan pendidikan mahasiswa belum mendapatkan kepastian,” ujarnya.

IPM-T berharap pemerintah segera merespons persoalan tersebut sebelum kondisi mahasiswa semakin sulit.

Bagi mahasiswa Tolikara di Makassar, keberlanjutan pendidikan bukan sekadar kepentingan pribadi. Mereka memandang pendidikan sebagai bekal untuk kembali membangun daerah asal setelah menyelesaikan studi.

“Kami ingin membangun Tolikara. Namun, sebelum itu, berikan kami kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan,” kata Kion.

IPM-T Makassar juga mengajak seluruh pihak untuk memperhatikan kondisi mahasiswa Tolikara di berbagai kota studi serta memastikan dukungan pendidikan berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. (*)

Penulis : Red

Sumber Berita: Pernyataan Ketua Umum IPM-T Kota Studi Makassar, Kion Tabuni, dalam pernyataan sikap tertanggal 11 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT