Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Di tengah geliat aksi mahasiswa yang menyuarakan kepedulian terhadap isu kemanusiaan, kehadiran anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Ermia Murip, menghadirkan pesan kuat tentang perlindungan dan keberpihakan pada generasi muda.
Ermia Murip datang langsung dari Kabupaten Puncak untuk mendampingi mahasiswa yang menggelar aksi di Nabire, Senin (27/4/2026).
Ia memastikan para mahasiswa dapat menyampaikan pendapat di muka umum secara aman, tertib, dan tanpa tekanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya datang khusus dari Kabupaten Puncak sebagai anggota MRP Papua Tengah untuk melindungi anak-anak mahasiswa intelektual. Mereka tidak boleh mengalami hal-hal yang tidak diinginkan saat menyampaikan aspirasi,” ujar Ermia saat ditemui di Asrama Puncak, Jalan Jakarta, Nabire.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi intelektual yang menyuarakan kondisi masyarakat, terutama terkait persoalan kemanusiaan di Papua.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa suara mereka harus didengar dan ditindaklanjuti secara serius.
Selanjutnya, Ermia mendorong pemerintah daerah, DPR, dan MRP Papua Tengah agar menerima serta meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Ia menilai, sinergi antar lembaga sangat dibutuhkan agar setiap persoalan yang disampaikan tidak berhenti di tingkat lokal.
“Mereka datang membawa aspirasi masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah, DPR, dan MRP bisa menindaklanjuti serta menyampaikan ke pemerintah pusat,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan aparat keamanan dari TNI dan Polri untuk mengedepankan pendekatan persuasif selama aksi berlangsung.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sehingga tidak perlu ada tindakan represif.
“Saya minta TNI dan Polri tidak melakukan tindakan kekerasan. Mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi secara damai,” tegasnya.
Lebih jauh, Ermia mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap perlindungan masyarakat asli Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang kerap menghadapi berbagai persoalan.
Hingga aksi berlangsung, situasi di Nabire tetap terjaga aman dan kondusif dengan pengawasan aparat keamanan.
Kehadiran berbagai pihak dalam aksi ini mencerminkan harapan bersama: ruang demokrasi tetap terbuka, dan setiap suara masyarakat mendapat tempat untuk didengar. (*)












