Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga

- Admin

Senin, 11 Mei 2026 - 01:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban tabrak lari di depan JNE Karang Tumaritis, Nabire, mendesak pelaku segera muncul dan bertanggung jawab secara adat maupun hukum. Dok_KK.NT

Keluarga korban tabrak lari di depan JNE Karang Tumaritis, Nabire, mendesak pelaku segera muncul dan bertanggung jawab secara adat maupun hukum. Dok_KK.NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Harapan akan keadilan kembali menggema dari Jalan Trans Nabire–Ilaga. Keluarga korban tabrak lari di depan JNE Karang Tumaritis mendesak pelaku segera muncul dan bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa Yoel Emampa pada 17 April 2026.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat korban menyeberang jalan di sekitar Kios Panjang, tepat di area depan JNE Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire.

Hingga kini, pelaku tabrak lari belum diketahui keberadaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka tidak mencari konflik ataupun aksi balas dendam.

Sebaliknya, keluarga berharap pelaku menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan serta menghormati adat yang berlaku di Papua Tengah.

Baca Juga:  Satresnarkoba Mimika Ringkus Pengedar Sabu, Gunakan Sistem Tempel

“Kami hanya meminta pelaku hadir dan bertanggung jawab secara baik-baik agar persoalan ini selesai dengan damai,” ujar perwakilan keluarga korban.

Selain itu, keluarga korban bersama Suku Auye menyampaikan ultimatum adat. Mereka menyatakan akan menutup total Jalan Trans Nabire–Ilaga di KM 141 Siriwo apabila pelaku tidak segera ditemukan ataupun tidak menunjukkan tanggung jawab.

Langkah tersebut, menurut keluarga, bertujuan agar pemerintah daerah dan aparat terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

Mereka juga meminta kepolisian membantu mengungkap kronologi kecelakaan di lokasi kejadian.

Keluarga korban berharap penyelesaian kasus ini tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap adat istiadat, dan penegakan hukum yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Berita Terbaru