BEM Nusantara Tuntut penarikan Militer Non-organik dan hentikan operasi Militer di Papua

- Admin

Kamis, 30 April 2026 - 13:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat pernyataan pengurus pusat BEM Nusantara. (Dok. Istimewa)

Surat pernyataan pengurus pusat BEM Nusantara. (Dok. Istimewa)

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam terhadap situasi konflik dan kondisi kemanusiaan di Tanah Papua yang hingga kini terus memakan korban jiwa di kalangan warga sipil serta memicu perpindahan massal masyarakat.

Dalam siaran pers yang dirilis pada Rabu (30/4), BEM Nusantara menilai bahwa pendekatan militeristik yang selama ini dilakukan tidak menyelesaikan akar permasalahan, melainkan justru memperparah krisis kemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia.

“Negara memikul kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Oleh karena itu, segala bentuk kebijakan yang berpotensi mengancam keselamatan warga sipil harus segera dievaluasi dan dihentikan,” tegas organisasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BEM Nusantara menyampaikan lima tuntutan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, antara lain: penarikan seluruh militer non-organik dari Papua, penghentian operasi militer yang tidak berlandaskan hukum, jaminan perlindungan dan hak dasar bagi warga serta pengungsi, penegakan hukum yang adil dan transparan dalam kasus pelanggaran HAM, hingga evaluasi total terhadap kebijakan keamanan yang selama ini diterapkan.

Baca Juga:  Aparat Prioritaskan Keselamatan Warga di Tengah Situasi Tembagapura

Lebih lanjut, BEM Nusantara menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Papua tidak dapat dilakukan dengan cara kekerasan.

Penyelesaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendekatan kemanusiaan, keadilan, dan langkah politik yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa, mahasiswa, masyarakat sipil, tokoh agama, dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong terciptanya Papua yang damai, adil, dan bermartabat. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tutup pernyataan tersebut. (*)

Sumber Berita: Sumber: Press Release BEM Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru