Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, kondisi yang memprihatinkan kembali terungkap. Anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menyoroti langsung kondisi Lapas Kelas IIB Nabire yang dinilai tidak lagi layak saat melakukan kunjungan kerja, Senin (4/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mandenas menilai banyak bagian bangunan lapas sudah mengalami penurunan kualitas. Ia melihat sejumlah ruang tahanan dan kamar tidak lagi memenuhi standar kelayakan.
Karena itu, ia langsung mendorong pemerintah untuk melakukan revitalisasi menyeluruh. Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus mencakup seluruh fasilitas utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangunan akan kita dorong untuk direvitalisasi. Jika tidak diperbaiki secara total, ruangan dan kamar sudah kurang layak. Standarisasi harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selanjutnya, Mandenas mengaitkan kondisi tersebut dengan status Papua Tengah sebagai provinsi baru. Ia menilai peningkatan infrastruktur, termasuk lembaga pemasyarakatan, menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Selain itu, ia juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan alokasi anggaran.
Ia berencana mendorong pembiayaan perbaikan, baik pada tahun berjalan maupun tahun anggaran berikutnya.
Di sisi lain, Mandenas mengingatkan pentingnya aspek keamanan. Ia menilai kondisi bangunan yang tidak layak berpotensi memicu gangguan keamanan, termasuk kejadian kaburnya tahanan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Tidak hanya membahas lapas, Mandenas juga menyoroti situasi keamanan di wilayah konflik Papua.
Ia menegaskan bahwa pendekatan keamanan harus mengutamakan perlindungan masyarakat sipil.
“Negara harus mampu melakukan evakuasi dengan standar pengamanan yang baik. Tidak boleh ada operasi berlebih yang mengakibatkan korban,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta Menteri HAM untuk menginisiasi rapat bersama Panglima TNI dan Kapolri guna mengevaluasi pola penanganan konflik di Papua.
Ia juga mendesak pemerintah pusat agar turun langsung melihat kondisi di lapangan.
Sementara itu, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berada di wilayah tugas masing-masing.
Ia menekankan pentingnya fokus pelayanan publik serta mendorong inovasi guna mempercepat pembangunan daerah.
Dari balik kunjungan singkat itu, pesan yang disampaikan menjadi jelas: pembangunan tidak hanya tentang jalan dan gedung baru, tetapi juga tentang memastikan setiap ruang—termasuk di dalam lapas—tetap menjunjung kemanusiaan, keamanan, dan harapan akan perubahan yang lebih baik. (*)












