Sentani, Papua || Nabireterkini.com — Massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi di kawasan Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026). Massa yang diperkirakan mencapai sekitar seribuan orang berkumpul setelah rencana menuju Kantor Bupati Jayapura terhenti akibat penghadangan aparat.
Ketua KNPB Wilayah Sentani, Sadrack Lagoan, mengatakan aksi tersebut merupakan aksi jilid kedua setelah aksi sebelumnya pada 3 Agustus 2026.
Menurutnya, massa awalnya tersebar di lima titik sebelum bergabung di Pos 7 Sentani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuan dan sasaran aksi sebenarnya mau ke Kantor Bupati Kabupaten Jayapura. Namun dalam aksi ini kami dihadang oleh aparat dan tidak diberikan ruang untuk sampai ke Kantor Bupati. Akhirnya kami mengambil titik alternatif dan menduduki mata jalan Pos 7 Sentani,” kata Sadrack.
Sadrack menyebut penghadangan terjadi di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat massa dari berbagai lokasi kemudian memilih Pos 7 sebagai titik berkumpul dan menyampaikan aspirasi.
Ia mengatakan aksi 15 Agustus membawa sejumlah isu yang menjadi perhatian KNPB. Di antaranya memperingati Perjanjian New York 15 Agustus 1962, persoalan rasisme, serta isu yang mereka sebut sebagai Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.
“Kami melihat bahwa ruang demokrasi benar-benar ditutup,” ujarnya.
Sadrack juga mengklaim aparat menggunakan water cannon saat melakukan pengamanan di salah satu titik. Menurutnya, massa dari beberapa lokasi kemudian dipukul mundur hingga akhirnya bergabung di Pos 7.
Sementara itu, Wakil Koordinator Lapangan KNPB, Alfa Hisage, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan terkait rencana aksi kepada pihak berwenang. Ia menilai massa seharusnya diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Kami sudah melayangkan surat-surat pemberitahuan. Itu kami patuhi undang-undang yang ada di negara ini. Tapi di balik itu mereka tidak memberikan ruang untuk kami jalan,” kata Alfa.
Alfa juga meminta evaluasi terhadap penanganan aksi massa oleh aparat kepolisian. Ia menilai sejumlah tindakan aparat dalam aksi sebelumnya terlalu represif.
Dalam keterangannya, Alfa menyebut tiga orang dari massa mengalami luka ringan dalam aksi di Sentani. Pernyataan mengenai adanya korban luka tersebut merupakan klaim dari pihak KNPB dan belum disertai keterangan medis independen.
Selain persoalan ruang demokrasi, KNPB menyampaikan tuntutan terkait situasi konflik dan persoalan kemanusiaan di Papua. Mereka meminta pemerintah mengevaluasi kembali pendekatan yang digunakan dalam penanganan konflik di Papua.
Hingga Sabtu siang, massa KNPB masih berada di kawasan Pos 7 Sentani. Aparat gabungan tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Massa juga masih menyampaikan sejumlah aspirasi yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi tersebut. Situasi di kawasan Pos 7 Sentani terus mendapat perhatian aparat dan masyarakat setempat. (*)
Penulis : Arief Aw













