Mimika, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Bendera Merah Putih berkibar di kawasan Pegunungan Cartenz, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (20/8/2026), dalam upacara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bertindak sebagai inspektur upacara. Ia bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua Tengah, personel Brimob, dan masyarakat mengikuti upacara dalam suasana pegunungan dengan suhu dingin, medan terjal, serta akses yang terbatas.
Meski menghadapi kondisi alam yang menantang, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengibaran Merah Putih di kawasan Cartenz tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa pesan tentang kehadiran Indonesia hingga kawasan pegunungan Papua sekaligus memperkuat semangat persatuan.
Jermias mengatakan, pengibaran Merah Putih di Pegunungan Cartenz menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu.
Selain itu, momentum tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan dan pedalaman juga menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia.
“Dari Pegunungan Cartenz ini kita ingin menunjukkan bahwa Merah Putih berkibar sampai ke tempat-tempat tertinggi di negeri ini. Kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota-kota, tetapi juga di wilayah pegunungan, pedalaman dan seluruh pelosok Indonesia,” ujar Jermias.
Kapolda Dorong Pariwisata Cartenz Bangkit
Selain membawa pesan kemerdekaan, Jermias memanfaatkan momentum tersebut untuk menyoroti potensi pariwisata Pegunungan Cartenz.
Menurutnya, kawasan Cartenz memiliki daya tarik alam yang telah dikenal hingga mancanegara. Karena itu, keamanan dan ketertiban perlu menjadi fondasi utama untuk mendorong kembali perkembangan sektor pariwisata di Papua Tengah.
“Cartenz memiliki potensi wisata yang luar biasa dan dikenal dunia. Karena itu, keamanan dan ketertiban harus menjadi fondasi agar pariwisata dapat kembali berkembang. Kita ingin masyarakat Papua Tengah ikut merasakan manfaat dari potensi wisata yang ada,” katanya.
Jermias menjelaskan, Puncak Cartenz atau Carstensz Pyramid memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut juga berada dalam bentang alam Taman Nasional Lorentz yang memiliki nilai penting bagi konservasi dan pariwisata Indonesia.
Karena karakteristik alam dan tantangan pendakiannya, Cartenz memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan dan pendaki dari berbagai daerah maupun mancanegara.
“Keberadaan Cartenz sebagai salah satu destinasi pendakian kelas dunia menjadi potensi besar bagi Papua Tengah. Kita ingin potensi ini bisa menjadi daya tarik para turis,” ujarnya.
Keamanan Jadi Fondasi Pariwisata
Lebih lanjut, Jermias menegaskan bahwa aspek keamanan memegang peranan penting dalam membangun kembali kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Papua Tengah.
Untuk itu, kepolisian akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan pariwisata.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pembangunan sektor pariwisata membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, aparat keamanan, masyarakat adat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan perlu membangun kolaborasi agar potensi wisata dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Kami dari kepolisian akan terus berupaya menjaga keamanan. Tetapi pariwisata tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, masyarakat adat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Dengan demikian, pengibaran Merah Putih di Pegunungan Cartenz tidak hanya menjadi simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari kawasan pegunungan tersebut, Kapolda Papua Tengah membawa pesan tentang persatuan, keamanan, serta harapan untuk membangkitkan kembali pariwisata Papua Tengah.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Papua Tengah perlu dikelola secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan keamanan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat adat dan masyarakat sekitar. (*)
Penulis : Arief Aw
Sumber Berita: Humas Polda Papua Tengah













