Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Warga Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, merayakan Hari Raya Lebaran Ketupat 1447 Hijriah dengan penuh kebersamaan di Masjid Nurul Huda, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi momen mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan dan Idulfitri.
Panitia memulai kegiatan sejak pukul 06.30 WIT dengan melibatkan jemaah dan masyarakat sekitar. Sejak pagi, warga berdatangan sambil membawa ketupat dan berbagai hidangan untuk mengikuti tasyakuran serta makan bersama di lingkungan masjid.
Selain menjadi tradisi kebersamaan, Lebaran Ketupat juga memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat. Ketupat sering dimaknai sebagai simbol pengakuan kesalahan dan saling memaafkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anyaman janur yang membungkus ketupat melambangkan kerumitan hidup manusia, sementara isi beras putih di dalamnya mencerminkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.
Tradisi ini juga menjadi penanda berakhirnya rangkaian puasa sunah enam hari di bulan Syawal yang dijalankan sebagian umat Muslim setelah Idulfitri. Karena itu, perayaan Lebaran Ketupat tidak hanya bersifat budaya, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat.
Dalam kegiatan tersebut, jemaah duduk bersama, saling berbagi makanan, dan menikmati suasana kekeluargaan. Interaksi hangat antarwarga terlihat sepanjang kegiatan, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebersamaan.
Melalui perayaan ini, masyarakat berharap tradisi Lebaran Ketupat tetap terjaga sebagai warisan budaya yang menguatkan persaudaraan, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai keikhlasan dan kebersihan hati dalam kehidupan sehari-hari. (*)












