Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Seiring berkembangnya isu rencana aksi pada 7 April, sejumlah tokoh adat di Papua Tengah mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan memahami risiko dari setiap tindakan.
Kepala Suku Simapitoa, Fabianus Tebay, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi memang dilindungi undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan di lapangan sering kali tidak sesuai aturan.
“Kalau tidak memahami persoalan secara utuh, sebaiknya tidak ikut. Banyak kasus berakhir pada masalah hukum,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Melkiyas Keya, mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas. Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.
“Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum pasti. Kita harus tetap waspada,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Suku Dani, Amison Murib, mengajak masyarakat menjaga kedamaian melalui pendekatan spiritual. Ia menilai momentum Paskah harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketenangan batin.
“Mari kita isi waktu dengan ibadah dan menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing,” katanya.
Para tokoh menegaskan bahwa kedamaian lahir dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat memilih tenang dan bijak, stabilitas daerah akan tetap terjaga. (*)












