Tinggal Sendiri Sejak 2017, Pria di Nabire Barat Ditemukan Tak Bernyawa

- Admin

Kamis, 16 April 2026 - 22:10 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Keheningan sebuah rumah di Perumahan Kantor Distrik Nabire Barat, Kampung Kalisemen SP2, mendadak berubah menjadi perhatian warga. Aroma tak biasa yang tercium dari dalam rumah justru mengungkap sebuah kenyataan pahit: seorang pria ditemukan telah meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Nabire, IPTU Bogi Trastanto, S.H., menjelaskan bahwa warga pertama kali mencurigai kondisi tersebut pada Selasa (14/4/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIT. Dua saksi, YM (50) dan IG (48), mencium bau tidak sedap dari rumah korban, lalu memutuskan untuk memeriksa situasi di sekitar lokasi.

Selanjutnya, kedua saksi melihat banyak lalat di sekitar rumah. Mereka juga menemukan pintu samping dalam kondisi terbuka. Saat mengintip dari celah pagar, mereka melihat korban, Yohanes Goo (43), sudah dalam posisi tengkurap di area pintu samping rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengetahui hal itu, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nabire Barat. Merespons cepat laporan tersebut, Kapolsek Nabire Barat IPTU Adam Mahardika bersama personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara sekitar pukul 17.00 WIT dan mengamankan lokasi.

Tak lama kemudian, tim Sat Reskrim Polres Nabire tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP bersama unit identifikasi. Petugas mengumpulkan barang bukti sekaligus meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi.

Sementara itu, keluarga korban tiba di lokasi sekitar pukul 18.37 WIT. Bersama petugas, mereka mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Nabire. Jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.58 WIT untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  FC Vila Tauro Jadi Jembatan Talenta Papua Tengah ke Luar Negeri

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir terlihat beraktivitas normal pada Minggu malam (12/4/2026). Setelah itu, warga tidak lagi melihatnya hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Di mata keluarga, Yohanes Goo dikenal sebagai pribadi yang baik. Ia tidak merokok maupun mengonsumsi minuman keras. Selain itu, keluarga menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya.

Namun demikian, IPTU Bogi menegaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Saat ini, polisi masih menunggu hasil visum dari tim medis untuk mendapatkan kepastian secara ilmiah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa korban telah tinggal seorang diri di asrama Kantor Distrik Nabire Barat sejak tahun 2017. Kondisi tersebut membuat tidak ada yang mengetahui secara pasti waktu kematiannya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi telah menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Nabire.

Hingga kini, Sat Reskrim Polres Nabire terus melanjutkan penyelidikan. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara terbuka kepada masyarakat.

Di balik peristiwa ini, terselip pengingat sederhana: kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci awal terungkapnya sebuah kejadian. Dari kepekaan itulah, sebuah fakta akhirnya menemukan jalannya menuju kebenaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Berita Terbaru