Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Semangat membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terus digaungkan melalui kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian (KU) yang digelar Universitas Terbuka (UT) Jayapura di Nabire, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang inspirasi bagi mahasiswa baru untuk memahami peran mereka di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Direktur UT Jayapura, Fajar Rahmadhani, menegaskan bahwa UT hadir sebagai solusi pendidikan fleksibel yang memungkinkan masyarakat tetap menempuh pendidikan tanpa meninggalkan daerahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mendorong terjalinnya kerja sama antara UT dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire guna memperluas akses pendidikan.
“UT menawarkan sistem pembelajaran mandiri berbasis online yang fleksibel, terjangkau, dan tetap berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menilai sistem pendidikan terbuka yang diterapkan UT sangat relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia menekankan pentingnya penguatan literasi, tidak hanya membaca, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah.
Sementara itu, perwakilan Bupati Nabire mengingatkan mahasiswa agar terus menyerap ilmu di mana pun berada. Ia menekankan bahwa proses belajar dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan, selama mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik.
Di sisi lain, perwakilan Gubernur Papua Tengah secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mengajak mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian dengan serius. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menguasai materi, menjaga integritas, serta tidak menjadikan kendala teknis sebagai penghambat prestasi.
Selain sambutan, peserta juga mendapatkan pemaparan tentang Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh sejak 1984.
Dengan ratusan ribu mahasiswa aktif, UT terus berkembang sebagai kampus berbasis teknologi dengan slogan “Kuliah fleksibel dimana saja dan kapan saja.”
Lebih jauh, seminar akademik yang digelar dalam kegiatan ini mengangkat tema era disrupsi. Pemateri mendorong mahasiswa untuk melihat perubahan sebagai peluang, bukan ancaman. Kemampuan beradaptasi, literasi digital, serta manajemen waktu menjadi kunci utama menghadapi masa depan.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga menyampaikan berbagai persoalan nyata, mulai dari keterbatasan pemahaman teknologi hingga isu keamanan produk makanan di masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mulai peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Melalui kegiatan OSMB dan Klinik Ujian ini, UT Jayapura tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai generasi penggerak masa depan Papua Tengah. (*)












