Nabire || Nabireterkini.com — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Ignatius R. Adii, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media di kediaman Wakil Bupati Nabire yang beralamat di Jln. Cenderawasih No.55, Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026).
Ignatius menekankan bahwa keamanan dan kedamaian tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak hanya bicara soal keamanan, tetapi ikut terlibat langsung. Dalam setiap kegiatan besar, kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan aman,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, FKUB Papua Tengah secara rutin mengerahkan relawan lintas agama untuk membantu pengamanan kegiatan masyarakat.
“Tahun lalu dan tahun ini, kami menurunkan sekitar 60 personel relawan yang langsung bertugas di lapangan sejak hari pertama,” jelasnya.
Selain pengamanan, FKUB juga aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Ia menegaskan bahwa peran tokoh agama dan pemerintah sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Kami harus menjadi contoh. Kalau kita mengatakan aman, maka kita juga harus menunjukkan sikap yang mencerminkan keamanan itu sendiri,” tegasnya.
Ignatius juga menyoroti pentingnya kerja tim dalam menjaga kerukunan. Menurutnya, seluruh elemen FKUB harus bergerak bersama dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Untuk itu, FKUB secara rutin menggelar pertemuan dan diskusi, minimal dua hingga tiga kali dalam sebulan, guna membahas dinamika yang terjadi di masyarakat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami terus berdiskusi untuk memetakan situasi di lapangan dan mencari solusi bersama,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi terus diperkuat agar upaya menjaga kerukunan berjalan optimal.
“Kalau kabupaten dan provinsi berjalan selaras, maka kita bisa menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ignatius mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau setiap orang takut kepada Tuhan dan menjalankan nilai agama dengan baik, maka daerah ini akan tetap aman dan damai,” pungkasnya. (*)












