Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Prajurit Yonif TP 804/DBAY terus menunjukkan peran aktifnya tidak hanya sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial dan pembangunan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan sosial, pembinaan mental, hingga program ketahanan pangan, satuan ini menghadirkan wajah humanis TNI di tengah masyarakat Papua Tengah.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Jum’at Berkah dan Minggu Berkah yang digelar pada 27 dan 29 Maret 2026. Pada Jumat (27/3), prajurit membagikan nasi kotak kepada jamaah di Masjid Al Falah Nabire usai salat Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua hari berselang, Minggu (29/3), kegiatan dilanjutkan di Gereja Injili di Indonesia Jemaat Eklesia Jerni dengan membagikan roti dan susu kepada jemaat setelah ibadah.
Melalui kegiatan ini, prajurit tidak hanya berbagi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat lintas agama. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata toleransi, kepedulian, dan kebersamaan di tengah keberagaman Papua Tengah.
Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin (30/3) di lapangan Markas Yonif TP 804/DBAY. Seluruh prajurit, mulai dari perwira hingga tamtama, mengikuti upacara dengan penuh khidmat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Letda Inf Bramantio Yudohadiyanto, S.TR(HAN), menegaskan pentingnya menjaga disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Rangkaian upacara berlangsung tertib, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih hingga pembacaan nilai-nilai dasar prajurit seperti Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Tidak berhenti pada kegiatan sosial dan pembinaan mental, Yonif TP 804/DBAY juga aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui Kompi Pertanian, prajurit mengolah lahan untuk penanaman padi, cabai, dan jagung pada Rabu (1/4).
Dengan memanfaatkan alat modern seperti jonder dan traktor tangan, serta dipadukan dengan peralatan manual, prajurit bekerja sama mengolah lahan secara optimal. Proses pengolahan dilakukan secara sistematis, mulai dari penggemburan tanah, pembuatan bedengan, pemupukan, hingga penataan sistem irigasi sederhana.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa prajurit tidak hanya siap di medan tugas, tetapi juga mampu berkontribusi dalam memperkuat kemandirian pangan. Hasil pertanian yang diharapkan ke depan tidak hanya bermanfaat bagi internal satuan, tetapi juga masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Yonif TP 804/DBAY hadir dengan pendekatan yang menyeluruh—menjaga keamanan, merawat kebersamaan, serta membangun kemandirian.
Di tengah dinamika wilayah Papua Tengah, kehadiran prajurit yang humanis dan produktif ini menjadi harapan sekaligus inspirasi, bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada pertahanan, tetapi juga pada kepedulian dan pengabdian kepada rakyat.












