Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menggelar aksi penyampaian pendapat di sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Selasa (7/4/2026), dengan situasi yang terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Aksi berlangsung di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siriwini. Dalam kegiatan tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penutupan PT Freeport, pengembalian dana otonomi khusus (Otsus), serta pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP).
Aparat keamanan langsung bersiaga di lokasi guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Sekitar 70 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Meski terdapat aksi massa, arus lalu lintas di sekitar RSUD Siriwini tetap berjalan normal, dan aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan, tidak terganggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., bersama Dandim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto turun langsung ke lapangan untuk memastikan aksi berjalan aman.
Keduanya terlihat berinteraksi langsung dengan massa, memberikan imbauan agar penyampaian pendapat dilakukan secara tertib, tidak mengganggu fasilitas vital, serta tetap mengedepankan cara damai.
Pendekatan humanis terus dilakukan guna mencegah potensi gesekan di lapangan.
Massa Bergerak Menuju DPR, Sempat Turun di Wonorejo
Massa aksi yang sebelumnya berkumpul di area Hotel Adamant, Jepara 2, mulai bergerak menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah dengan menggunakan truk yang telah disiapkan oleh Polres Nabire.
Namun, setibanya di kawasan lampu merah Wonorejo, massa turun dari kendaraan dan berencana melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki (long march) menuju Kantor DPR Provinsi.
Menanggapi hal tersebut, aparat keamanan langsung melakukan pendekatan persuasif kepada massa untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban, sekaligus memastikan aksi tetap berlangsung sesuai aturan.
Hingga saat ini, situasi di lokasi tersebut masih terpantau aman dan terkendali, dengan aparat terus melakukan pengawalan.
Di lokasi lain, situasi di depan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire juga terpantau aman. Sejumlah personel keamanan masih berjaga di titik strategis untuk mengantisipasi perkembangan aksi.
Aktivitas masyarakat di sekitar kampus tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Aparat gabungan TNI-Polri terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal jalannya aksi. Dialog dengan massa menjadi langkah utama untuk menjaga stabilitas keamanan.
Hingga saat ini, seluruh rangkaian aksi Front Rakyat Bergerak di Nabire berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. (*)












