Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire bergerak cepat menjaga stabilitas daerah dengan menggelar imbauan cipta kondisi menjelang rencana aksi unjuk rasa.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin malam, 6 April 2026, mulai pukul 20.00 WIT hingga dini hari. Petugas menyasar pelaku usaha penjual minuman beralkohol, karaoke kafe, serta penjual bensin eceran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sekretaris Satpol PP Nabire, Yusak Jitmau, memimpin langsung tujuh personel dalam kegiatan tersebut. Ia bersama tim menyampaikan imbauan secara persuasif dan humanis, sekaligus mengajak para pelaku usaha menyesuaikan aktivitas operasional demi menjaga situasi tetap aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah suasana malam yang mulai lengang, petugas menyusuri sejumlah titik strategis. Mereka memulai rute dari Kantor Bupati Nabire, kemudian bergerak ke Oyehe, Smoker, Siriwini, Sanoba, Samabusa, Pasar Karang, Girimulyo, hingga Bumi Wonorejo, sebelum kembali ke titik awal.

Sementara itu, kegiatan ini berkaitan langsung dengan rencana aksi demonstrasi oleh Kelompok Front Rakyat Bergerak yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026.
Massa aksi direncanakan mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIT di beberapa lokasi, seperti Pasar Karang, Jepara 2, Siriwini, SP 1, serta kawasan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM).
Aksi tersebut akan mengangkat sejumlah isu strategis, antara lain PT Freeport Indonesia, Otonomi Khusus (Otsus), dan Majelis Rakyat Papua (MRP).
Yusak menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga membangun kesadaran bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama menjaga keamanan, sehingga penyampaian pendapat dapat berlangsung aman, tertib, dan damai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Menurutnya, stabilitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi semua pihak.
Dengan langkah preventif ini, Satpol PP berharap masyarakat tetap tenang, pelaku usaha tetap bijak, dan seluruh rangkaian aksi dapat berjalan tanpa gangguan. Pada akhirnya, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga Nabire tetap kondusif. (*)












