Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Upaya membuka akses dan memperkuat konektivitas di Papua Tengah kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur strategis.
TNI melalui Kodim 1705/Nabire memastikan kesiapan pelaksanaan ground breaking Jembatan Perintis Garuda Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah nyata mendukung mobilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto Tirtamentari, S.E., memaparkan laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayah Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (8/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan perintis ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Pangdam XVII/Cenderawasih Nomor ST/64/2026 tertanggal 8 Januari 2026. Surat tersebut memerintahkan pelaksanaan pembangunan jembatan sebagai akses menuju satuan serta sarana publik di wilayah masing-masing.
Selanjutnya, Dandim menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran umum rencana pelaksanaan sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam mendukung pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh perencanaan berjalan optimal sebelum pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Pelaksanaan pembangunan dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 11 Mei 2026. Lokasi kegiatan tersebar di dua titik utama, yakni Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, dan Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.
Sebanyak 98 personel tergabung dalam Satgas Jembatan Perintis Garuda. Mereka berasal dari berbagai satuan, antara lain Kodim 1705/Nabire, Brigif 82/WKB, Yonif TP 804/DBY, Denzipang 2/XVII Nabire, serta Zipur 12/OHH, dengan dukungan aktif dari masyarakat setempat.
Adapun sasaran kegiatan mencakup pembangunan fisik empat titik jembatan perintis. Selain itu, Satgas juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa pembagian sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Di balik pembangunan fisik, terdapat harapan besar masyarakat akan terbukanya akses yang lebih mudah dan aman. Jembatan perintis ini tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga simbol kemajuan dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.
Kehadiran Satgas yang melibatkan berbagai unsur TNI serta dukungan warga mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat. Masyarakat setempat turut berperan aktif, baik dalam mendukung pekerjaan maupun menyambut program pembangunan tersebut.
Sebelumnya, pada 1 April 2026, Dandim bersama tim telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sasaran di Kampung Beringin Waroki dan Kampung Kimi. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan kesiapan teknis di lapangan.
Meski menghadapi tantangan berupa tingginya intensitas curah hujan, Dandim tetap optimistis bahwa seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Secara umum, ia memastikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang. Dengan perencanaan yang baik dan sinergi semua pihak, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi tonggak penting dalam membuka akses, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Nabire. (*)












