Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Warga Kelurahan Kalisusu, Distrik Nabire, dikejutkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Senin (13/4/2026) pagi sekitar pukul 08.20 WIT.
Menanggapi laporan tersebut, Polres Nabire melalui Satuan Reserse Kriminal langsung bergerak cepat. Tim yang dipimpin IPTU Bogi Transtanto bersama personel gabungan segera mendatangi lokasi di Jalan Jayapura untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban berinisial YT (57) dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam kamar kos. Korban diketahui bekerja sebagai pendamping kampung dan berdomisili di Kabupaten Jayawijaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal seorang diri. Awalnya, saksi Jordan Tabuni mendatangi kamar korban sekitar pukul 07.15 WIT karena tidak berhasil menghubungi korban sejak malam sebelumnya. Namun, ia menemukan pintu dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons dari dalam.
Selanjutnya, saksi mencium bau tidak sedap dari dalam kamar serta melihat banyak lalat keluar dari jendela. Ia kemudian menghubungi pemilik kos, Iin Rastiana, dan bersama-sama membuka paksa pintu. Keduanya mendapati korban sudah dalam kondisi membusuk.
Sementara itu, pemilik kos juga mengaku mulai curiga sejak malam hari. Rumah korban terlihat tertutup rapat, lampu tidak menyala, dan sepeda motor korban masih terparkir di depan kamar.
Dari informasi yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIT saat berada di kamar kos bersama beberapa rekannya.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan awal oleh dokter RSUD Nabire melalui visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi tetap melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian.
Saat ini, aparat telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan keterangan tambahan untuk memperjelas kronologi kejadian.
Lebih jauh, kehadiran polisi di lokasi tidak hanya bertujuan mengungkap fakta, tetapi juga memberikan kepastian di tengah kekhawatiran warga. Penanganan yang cepat diharapkan mampu meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Polres Nabire mengimbau warga agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum pasti, serta segera melapor jika mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut. (*)












