Pintu Terkunci dan Bau Menyengat, Pria 57 Tahun Ditemukan Meninggal

- Admin

Selasa, 14 April 2026 - 14:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Warga Kelurahan Kalisusu, Distrik Nabire, dikejutkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Senin (13/4/2026) pagi sekitar pukul 08.20 WIT.

Menanggapi laporan tersebut, Polres Nabire melalui Satuan Reserse Kriminal langsung bergerak cepat. Tim yang dipimpin IPTU Bogi Transtanto bersama personel gabungan segera mendatangi lokasi di Jalan Jayapura untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban berinisial YT (57) dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam kamar kos. Korban diketahui bekerja sebagai pendamping kampung dan berdomisili di Kabupaten Jayawijaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal seorang diri. Awalnya, saksi Jordan Tabuni mendatangi kamar korban sekitar pukul 07.15 WIT karena tidak berhasil menghubungi korban sejak malam sebelumnya. Namun, ia menemukan pintu dalam keadaan terkunci dan tidak ada respons dari dalam.

Selanjutnya, saksi mencium bau tidak sedap dari dalam kamar serta melihat banyak lalat keluar dari jendela. Ia kemudian menghubungi pemilik kos, Iin Rastiana, dan bersama-sama membuka paksa pintu. Keduanya mendapati korban sudah dalam kondisi membusuk.

Baca Juga:  Danrem 173/PVB Lakukan Peninjauan Lahan Hibah di Kampung Manunggal Jaya

Sementara itu, pemilik kos juga mengaku mulai curiga sejak malam hari. Rumah korban terlihat tertutup rapat, lampu tidak menyala, dan sepeda motor korban masih terparkir di depan kamar.

Dari informasi yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIT saat berada di kamar kos bersama beberapa rekannya.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan awal oleh dokter RSUD Nabire melalui visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi tetap melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian.

Saat ini, aparat telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan keterangan tambahan untuk memperjelas kronologi kejadian.

Lebih jauh, kehadiran polisi di lokasi tidak hanya bertujuan mengungkap fakta, tetapi juga memberikan kepastian di tengah kekhawatiran warga. Penanganan yang cepat diharapkan mampu meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Polres Nabire mengimbau warga agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum pasti, serta segera melapor jika mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru