Kigamani || Nabireterkini.com — Kepanikan sempat menyelimuti warga Perumahan Pemerintah Daerah Tokapo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, saat kobaran api melahap satu unit rumah pada Rabu pagi sekitar pukul 10.40 WIT.
Namun, di tengah situasi darurat, semangat gotong royong justru menjadi kekuatan utama untuk mengendalikan kebakaran.
Api diduga berasal dari ledakan kompor di dalam rumah. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan merambat cepat karena material bangunan yang mudah terbakar. Warga yang melihat kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak lama kemudian, aparat dari Polres Dogiyai bersama personel BKO Brimob langsung tiba di lokasi. Mereka bergerak cepat membantu warga memadamkan api sekaligus mengamankan area sekitar agar kebakaran tidak meluas ke rumah lain di kawasan perumahan dinas tersebut.
Di tengah keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran, warga menunjukkan kepedulian luar biasa. Mereka bahu-membahu menggunakan ember, jerigen, dan peralatan seadanya untuk menyiram api. Upaya bersama ini akhirnya berhasil mengendalikan kobaran sebelum menjalar lebih jauh.
Meski demikian, satu unit rumah tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam penanganan di lapangan, di antaranya Kompol Muhamad Tahir, S.H., Iptu Rusdi, S.H., Ipda Ponco Suharyanto, serta Ipda Ferryando T. Sinaga, S.H., M.H. bersama personel gabungan.
Di tempat terpisah, PLT Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis A. Putra, S.H., S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas respons cepat personel dan partisipasi aktif masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan warga menjadi faktor penting dalam mencegah dampak kebakaran yang lebih luas. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan rumah tangga, khususnya kompor berbahan bakar gas.
Menurutnya, kewaspadaan menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana pemadam.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kebersamaan merupakan kunci utama dalam menghadapi situasi darurat. Ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, potensi kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan. (*)












