Nabire, Papua Tengah|| Nabireterkini.com — Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi mimbar bebas terkait peristiwa “Dogiyai Berdarah” yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Aksi berlangsung di depan Toko Ana Ogi, Jalan Patriot, Kelurahan Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Sabtu (18/04/2026), mulai pukul 07.00 WIT.
Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Barnabas Agapa bertindak sebagai penanggung jawab, sementara Marius Petege bersama Fredison Adii memimpin aksi di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi serta membawa spanduk, pamflet, dan pengeras suara. Mereka menuntut aparat mengungkap secara transparan kasus meninggalnya warga sipil di Dogiyai.
Selain itu, mereka mendesak penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dan meminta pembentukan tim pencari fakta independen.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu memimpin langsung pengamanan kegiatan. Wakapolres Kompol Dr. Peter Kendek turut mendampingi. Sebanyak 215 personel Polres Nabire mengamankan jalannya aksi.
Aparat memberikan imbauan kepada peserta agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Germadus Goo, hadir dan menyampaikan dukungan terhadap aksi tersebut. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret serta memberikan kejelasan terkait peristiwa yang terjadi.
Aksi berakhir pada pukul 12.20 WIT dalam keadaan tertib dan kondusif.
Polres Nabire mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)












