Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Teduhnya air laut dan hembusan angin pagi di Pantai Nabire mengiringi deru mesin perahu 15 HP yang melaju di lintasan. Di tengah suasana itu, Ketua DPRK Nabire, Nancy Worabay, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lomba balap perahu motor tempel Yamaha 15 HP yang berlangsung sejak Kamis (23/04) hingga Sabtu (25/04/2026).
Menurut Nancy, panitia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda untuk mengasah kemampuan di bidang olahraga air. Ia menilai, balap motor tempel menuntut keterampilan tinggi karena peserta harus menghadapi tantangan alam secara langsung.
“Di laut, peserta tidak hanya mengandalkan kecepatan. Mereka harus membaca gelombang, mengendalikan perahu, dan menyesuaikan mesin dengan kondisi air. Ini membutuhkan keberanian dan teknik,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, ia mengapresiasi inisiatif Polda Papua Tengah yang menggelar kegiatan tersebut dalam rangka HUT ke-2. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan karena memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Kapolda Papua Tengah yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ke depan, kami berharap event seperti ini terus berlanjut dan berkembang,” katanya.
Lebih jauh, Nancy mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan konkret. Ia ingin lebih banyak pemuda dari berbagai suku di Nabire ikut terlibat sehingga tercipta kompetisi yang sehat dan inklusif.
“Sekarang peserta masih terbatas. Ke depan, kami ingin lebih banyak lagi anak-anak muda ikut serta, sehingga mereka bisa bersaing secara sehat di laut,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai kegiatan ini dapat menjadi solusi untuk menekan aksi balap liar di jalan raya. Dengan menyediakan wadah yang tepat, pemuda dapat menyalurkan energi mereka ke arah yang lebih aman dan produktif.
“Kalau kegiatan ini rutin, pemuda yang biasa balap liar bisa kita arahkan ke kegiatan yang lebih terukur. Ini juga membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” jelasnya.
Terkait dukungan dari DPRK, Nancy menegaskan bahwa keputusan tetap melalui pembahasan kolektif. Namun, ia secara pribadi menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kami akan bahas bersama di DPRK. Tapi secara pribadi, saya sangat mendukung. Saya ini anak laut, jadi saya paham potensi kegiatan seperti ini. Kalau bisa didukung, saya siap,” tegasnya.
Di tengah riak ombak dan gemuruh mesin, harapan itu tumbuh. Dari pesisir Nabire, olahraga air tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jalan bagi generasi muda untuk berkembang, berprestasi, dan menjaga keselamatan di masa depan.












