Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei, aparat kepolisian memastikan situasi keamanan di Kabupaten Nabire tetap kondusif.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tariratu, S.I.K, menegaskan kesiapan pengamanan sekaligus mengajak masyarakat menjaga kedamaian sebagai wujud tanggung jawab bersama.
Dalam keterangannya di Mapolres Nabire, Kamis (30/4/2026), Kapolres menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan akan mewarnai peringatan Hari Buruh di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan apel bersama masyarakat di Taman Gizi sekitar pukul 08.00 WIT.
Selanjutnya, panitia akan menggelar pawai dengan membagikan bendera merah putih kepada masyarakat guna menyemarakkan suasana kota.
Selain itu, panitia juga merencanakan lomba lari 10 kilometer dengan rute Pantai Maf – Pasar Karang – DPRK – Kalibobo – kembali ke Pantai Maf.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada sore hari, sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIT, meski masih dalam tahap pembahasan.
Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana aksi demonstrasi, termasuk informasi yang beredar melalui flyer mengenai “aksi jilid II”.
Ia memastikan setiap kegiatan penyampaian aspirasi wajib melalui prosedur pemberitahuan kepada kepolisian.
“Koordinasi harus dilakukan minimal tiga hari sebelumnya agar kami bisa menyiapkan pengamanan secara maksimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pemberitahuan lebih awal membantu aparat melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan berbagai komunitas.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah yang aman, damai, dan toleran. Ia menekankan bahwa Nabire merupakan representasi keberagaman yang harus dijaga bersama.
“Jangan sampai kegiatan yang tidak terkoordinasi justru memicu konflik di lapangan. Mari kita kedepankan komunikasi dan saling menghargai,” ujarnya.
Terkait pengamanan, Polres Nabire tetap menerapkan sistem pengamanan kota (Sispamkota) dengan melibatkan sekitar 600 hingga 800 personel, menyesuaikan dinamika situasi di lapangan.
Sementara itu, Kapolres memastikan aparat tidak akan melakukan pembubaran paksa jika muncul kegiatan tanpa pemberitahuan. Namun, pihaknya akan melakukan langkah pencegahan melalui pengendalian akses guna menghindari benturan dengan agenda resmi.
Hingga saat ini, aparat keamanan terus memantau perkembangan situasi. Kapolres memastikan kondisi di Nabire masih aman dan terkendali.
Menutup keterangannya, Kapolres mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai momentum memperkuat persatuan dan nasionalisme.
“Mari kita warnai Nabire dengan merah putih sebagai simbol cinta kita kepada NKRI,” pungkasnya.












