Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Semangat persatuan dan kebangsaan terasa kuat di Taman Gizi Nabire, Jumat (1/5/2026).
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah menggelar apel dan pawai kebangsaan untuk memperingati momentum bersejarah kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan ini mengusung tema “Bergabung Kembali Papua dalam Bingkai NKRI, Bersatu dalam Keberagaman, Kuat dalam Kebangsaan.” Sejak pagi, peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati lokasi dengan membawa semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apel dan pawai tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat serta dihadiri perwakilan Kodim 1705 Nabire, jajaran Koramil, Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Nabire, serta pengurus DPD BMP RI Papua Tengah.
Panitia mengarahkan peserta menyusuri rute dari Taman Gizi Nabire, Jalan Merdeka, Jalan A. Gobay, Pasar Karang, Bumi Wonorejo, Kantor DPRK, Pasar Kalibobo, Pantai Nabire, lalu kembali ke titik awal. Sepanjang perjalanan, peserta menjaga ketertiban dan menunjukkan antusiasme tinggi.
Aparat keamanan mengawal kegiatan secara aktif. Mereka mengatur arus lalu lintas dan memastikan jalannya pawai tetap aman.
Meski ruas jalan dipadati peserta, petugas berhasil menjaga arus kendaraan tetap terkendali sehingga kegiatan berlangsung tertib hingga selesai.
Sekretaris Jenderal BMP RI wilayah Papua, Ali Albert Kabiay, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda.
“Kami merayakan momentum kembalinya Papua ke dalam bingkai NKRI. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, Forkopimda, serta TNI-Polri yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tanggal 1 Mei 1963 menjadi tonggak sejarah penting setelah melalui proses panjang, termasuk Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun daerah secara bersama-sama. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi kunci utama pembangunan.
“Ketika situasi aman, aktivitas ekonomi tumbuh. Daya beli meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” katanya.
Di tengah langkah kaki peserta yang menyatu dalam irama kebangsaan, pawai ini tidak hanya menjadi seremoni.
Kegiatan ini menghadirkan harapan—bahwa generasi muda Papua akan terus menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan melangkah bersama membangun masa depan yang lebih baik. (*)












