Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mendorong penguatan literasi gizi dan perluasan layanan nutrisi bagi anak-anak dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026.
Peringatan Hardiknas setiap 2 Mei tahun ini memasuki usia ke-67 sejak penetapannya pada 16 Desember 1959.
Peringatan tahun 2026
mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Marsel menegaskan bahwa Hardiknas tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tetapi juga momentum refleksi bersama dalam menyiapkan masa depan generasi bangsa, khususnya di Papua.
“Pendidikan dan gizi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kita tidak bisa menghadirkan pendidikan berkualitas tanpa kesiapan fisik dan kognitif peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa anak yang sehat memiliki kesiapan lebih baik untuk belajar, bereksplorasi, dan berprestasi. Karena itu, BGN Nabire menetapkan dua fokus utama ke depan.
Pertama, memperkuat literasi gizi di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan pola hidup sehat.
“Kami mendorong seluruh satuan pendidikan di Nabire mengintegrasikan literasi gizi dalam keseharian siswa. Anak-anak perlu memahami pentingnya nutrisi, bukan sekadar makan untuk kenyang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa literasi gizi menjadi investasi jangka panjang dalam menekan angka stunting serta menciptakan sumber daya manusia Papua yang sehat dan unggul.
Kedua, BGN berupaya memperluas jangkauan layanan gizi hingga ke wilayah terpencil. Program tersebut ditargetkan menjangkau seluruh wilayah Nabire, mulai dari daerah pesisir hingga pegunungan.
“Semua anak harus mendapatkan akses nutrisi yang layak. Tidak boleh ada yang tertinggal hanya karena kendala geografis,” tegasnya.
Marsel juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program tersebut. Ia mengajak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah untuk membangun sinergi yang kuat.
“BGN tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu bekerja bersama agar sekolah menjadi pusat pembentukan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan agar momentum Hardiknas 2026 menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak di Papua. (*)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT












