Nabire, Papua Tengah || Nabiretekini.com – Kapolres Nabire, Samuel D. Tariratu, mengajak para pengemudi ojek untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menghadapi maraknya kejahatan begal dan pencurian dengan kekerasan (curas).
Hal itu disampaikan Kapolres saat menerima perwakilan sekitar 50–70 pengemudi ojek se-Kabupaten Nabire di Aula Wicaksana Laghawa, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (4/5/2026).
Kapolres menyatakan para pengemudi ojek merupakan mitra strategis kepolisian karena sering menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian di lapangan, seperti kecelakaan lalu lintas, pencurian kendaraan bermotor, hingga tindak kriminal lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peran ojek sangat penting dalam memberikan informasi awal kepada kami.
Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan di Nabire,” ujarnya.
Ia mengakui keterbatasan personel dan sarana di Polres Nabire serta Polda Papua Tengah yang masih relatif baru.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen kepolisian dalam meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat untuk menekan angka kejahatan di wilayah ibu kota Provinsi Papua Tengah tersebut.
“Kalau kita semua bersatu dan menyatakan tidak terhadap begal, maka kita bisa menekan kejahatan ini. Namun jika hanya polisi yang bekerja, tentu membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.
Selain itu, Kapolres mengimbau pengemudi ojek agar meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari lokasi rawan, terutama pada jam-jam sepi.
Ia juga mendorong penggunaan perangkat GPS pada kendaraan untuk memudahkan pelacakan jika terjadi tindak kejahatan.
Di sisi lain, sebagai bentuk kepedulian, Polres Nabire menyerahkan bantuan kepada korban begal berupa dukungan anggaran dan sembako. Kapolres juga membagikan bantuan beras kepada para pengemudi ojek yang hadir.
Tidak hanya itu, Polres Nabire memberikan kemudahan bagi pengemudi ojek dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis, dengan tetap melalui proses uji kelayakan sesuai standar.
Kapolres menyebut program tersebut telah menjangkau sekitar 100 hingga 200 pengemudi ojek sejak dilaksanakan dan akan terus berlanjut bagi peserta yang belum memiliki SIM. (*)












