Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas, meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Oyehe di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Yayasan Gerbang Terang Timur, Senin (4/5/2026).
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan makanan bergizi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.
Sejumlah pejabat turut mendampingi, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Kepala Kepolisian Resor Nabire, Asisten II Setda Papua Tengah, hingga jajaran Badan Gizi Nasional dan unsur TNI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran mereka memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program gizi di daerah.
Setibanya di lokasi, Mandenas langsung memeriksa proses pengolahan hingga distribusi makanan di dapur.
Ia mengapresiasi penataan dapur, terutama penggunaan piring gantung yang dinilai lebih higienis dan efisien.
“Penataan seperti ini bagus. Piring gantung membantu menjaga kebersihan dan kerapian dapur,” ujarnya.
Mandenas menegaskan bahwa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal serta bahan pangan dari masyarakat sekitar.
Ia memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami terus melakukan monitoring. Jika ada dapur yang tidak mengutamakan tenaga kerja dan pangan lokal, kami akan evaluasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, dapur MBG harus menyerap hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan pedagang lokal.
Mandenas juga mendorong peningkatan kualitas makanan melalui pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor.
Ia meminta penyesuaian petunjuk teknis di Papua, termasuk standar harga per porsi agar sesuai kondisi daerah.
“Kami minta juknis disesuaikan dengan kondisi Papua agar program berjalan optimal,” ujarnya.
Selain itu, ia mengusulkan penambahan menu bergizi seperti telur dan susu untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Mandenas turut mengimbau orang tua agar tidak khawatir terhadap kualitas makanan di sekolah.
Ia memastikan makanan yang disajikan dalam program MBG segar dan layak konsumsi.
“Kami sudah mencicipi langsung. Makanannya segar dan cukup baik,” katanya.
Menurutnya, program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga karena anak-anak dapat makan di sekolah tanpa biaya tambahan.
“Kalau anak-anak makan di sekolah, pengeluaran orang tua bisa berkurang,” pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Kepala SPPG Oyehe bersama Koordinator Wilayah menyerahkan piring gantung kepada Mandenas sebagai simbol dukungan terhadap program tersebut. (*)












