Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIB Nabire, Senin (4/5/2026), untuk memantau kondisi pascainsiden yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Mandenas didampingi Wakapolda Papua Tengah, Gustav Urbinas, serta Asisten II Sekda Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tumiran, bersama jajaran Lapas Nabire.
Mandenas menegaskan kunjungan ini bertujuan menghimpun data lapangan sebagai bahan evaluasi yang akan disampaikan kepada kementerian terkait dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya melakukan monitoring langsung. Hasilnya akan saya laporkan kepada Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan warga binaan, Mandenas mengimbau mereka menjalani masa pidana dengan sikap positif serta mengikuti seluruh program pembinaan yang berlaku di dalam lapas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga, kebersihan kamar hunian, serta tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang layak.
Terkait program asimilasi dan remisi, Mandenas menegaskan bahwa penilaian perilaku menjadi faktor utama.
Ia meminta pihak lapas melakukan asesmen secara ketat dan objektif sebelum memberikan rekomendasi kepada warga binaan.
Di sisi lain, Mandenas menerima laporan petugas kesehatan terkait tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di dalam lapas.
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh sirkulasi udara yang belum optimal di ruang hunian.
Karena itu, ia mendorong renovasi fasilitas hunian guna meningkatkan kualitas udara dan kesehatan warga binaan.
Mandenas juga membandingkan kondisi lapas di Papua dengan wilayah lain di Indonesia yang dinilainya lebih ketat dalam penerapan aturan. Ia meminta warga binaan tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Lebih lanjut, ia mendorong penilaian objektif terhadap warga binaan, termasuk tahanan politik dan warga binaan muda yang menunjukkan perilaku baik, agar mendapatkan hak pembinaan secara adil.
Di akhir kunjungan, Mandenas menyampaikan dua catatan utama yang akan diperjuangkan di tingkat pusat, yaitu perbaikan menu makanan warga binaan agar lebih layak serta pembenahan sarana dan prasarana lapas.
“Perbaikan makanan dan fasilitas menjadi prioritas agar kondisi di lapas lebih manusiawi dan kejadian sebelumnya tidak terulang,” tegasnya. (*)
Penulis : Alvi












