Nabire, Papua Tengah || Nabirterkini.com – Polres Nabire menertibkan aksi konvoi kelulusan pelajar di wilayah Kota Nabire yang berujung kecelakaan lalu lintas (lakalantas) serta mengganggu ketertiban umum, Senin (4/5/2026).
Kapolres Nabire, Samuel D. Tatiratu, mengatakan pihaknya telah mengimbau para pelajar agar tidak melakukan konvoi di jalan raya.
Namun, aparat masih menemukan rombongan konvoi pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 18.30 WIT hingga 21.30 WIT di sejumlah titik kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jumlah peserta diperkirakan 50 hingga 70 orang. Kegiatan ini mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan kecelakaan serta potensi kerugian material,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan di lapangan, rombongan pelajar mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 WIT di kawasan Pasar Karang.
Sedikitnya lima siswa melakukan konvoi menggunakan sepeda motor dengan rute dari Pasar Karang menuju kawasan BMW, depan Kantor DPRD, Pantai Nabire, hingga ke arah Samabusa.
Dalam perjalanan, satu peserta konvoi terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka robek di bagian kaki sehingga harus dirawat di RSUD Siriwini.
Selain itu, satu warga dilaporkan tertabrak oleh peserta konvoi dan mengalami luka di bagian dagu dan kaki.
Di tengah penertiban, rombongan sempat terpecah.
Sebagian pelajar membubarkan diri setelah mengetahui kehadiran aparat, sementara lainnya tetap melanjutkan konvoi ke arah pusat kota.
Polisi kemudian mengamankan enam orang berusia 18 hingga 19 tahun.
Empat di antaranya menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara satu orang masih menjalani perawatan medis.
Selain itu, dua orang yang bukan pelajar turut diamankan karena ikut dalam konvoi dan kedapatan membawa senjata tajam.
Aparat juga menyita enam unit sepeda motor yang digunakan dalam konvoi.
Satuan Lalu Lintas Polres Nabire masih mendalami kepemilikan kendaraan tersebut.
Kapolres menambahkan, petugas menemukan atribut berupa logo Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan tulisan “Free West Papua” pada seragam sebagian peserta.
Selain itu, terdapat pengibaran Bendera Bintang Kejora saat konvoi berlangsung.
Saat ini, polisi masih menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut, termasuk memastikan status para peserta apakah benar merupakan pelajar atau ada pihak luar yang memanfaatkan momen kelulusan.
Untuk mencegah kejadian serupa, Polres Nabire mengerahkan sekitar 45 personel patroli di sejumlah titik rawan konvoi.
Patroli dilakukan secara intensif guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kota. (*)












