Dogiyai, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Polres Dogiyai memastikan pria yang tewas dalam kontak tembak di Dogiyai, Nopison Tebai (21), diduga terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda.
Kapolres Dogiyai AKBP Denis Arya Putra mengatakan aparat menemukan senjata api rakitan dan amunisi kaliber 5,56 milimeter saat mengamankan lokasi kejadian.
“Kita memastikan bahwa yang tewas saat kontak tembak tadi adalah anggota KKB. Pada saat kita amankan lokasi tempat kejadian perkara, dari tangannya kita temukan senjata api rakitan dan amunisi kaliber 5,56,” ujar Denis, Minggu (10/5/2026) malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa tiga parang, satu kampak, busur panah, anak panah, telepon genggam, dan tas noken yang berisi dokumen organisasi kelompok KKB Kodap XI Odiyai/Dogiyai.
Menurut Denis, polisi turut menemukan foto di telepon genggam korban yang memperlihatkan pelaku mengenakan atribut KKB sambil memegang senjata api.
“Jadi ada beberapa dokumen dan buku yang dimiliki pelaku tentang struktur organisasi KKB Kodap XI Odiyai/Dogiyai dan KNPB,” katanya.
Kapolres menjelaskan bahwa aparat bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait aksi gangguan keamanan terhadap sopir lintas di jalur Trans Nabire–Paniai, tepatnya di Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai.
Saat petugas tiba di lokasi, kelompok yang diduga KKB disebut langsung melakukan penembakan ke arah aparat sehingga polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.
“Jadi saat kami merespon laporan masyarakat, langsung mendapat tembakan dari kelompok KKB. Kemudian anggota pun melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan para pelaku,” jelasnya.
Meski demikian, Denis menegaskan informasi yang menyebut korban merupakan seorang pelajar masih dalam proses pendalaman.
“Kami berharap masyarakat tidak termakan isu-isu liar yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu. Informasi yang menyebut korban adalah pelajar belum dapat dipastikan kebenarannya dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.












