Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Meepago menggelar aksi unjuk rasa di Nabire dalam rangka memperingati Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962. Dalam kegiatan tersebut, peserta menyuarakan isu kemanusiaan serta ruang demokrasi. Jumat (14/8/2026).
Penanggung jawab aksi, Ando Douw, mengimbau peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga meminta seluruh peserta mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh panitia.
Selain itu, panitia melarang peserta membawa senjata tajam serta mengonsumsi minuman beralkohol. Ando menegaskan bahwa ketentuan tersebut diberlakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam aksi dan juga imbauan yang sudah kami keluarkan, kami melarang keras warga yang mengonsumsi minuman beralkohol serta siapa pun yang membawa alat tajam untuk bergabung. Kami mengimbau masyarakat untuk dapat berpartisipasi sesuai dengan budaya dan pakaian adat masing-masing,” ujar Ando Douw.
Soroti Perjanjian New York
Dalam penyampaian aspirasinya, KNPB Wilayah Meepago menyoroti sejarah Perjanjian New York yang berlangsung pada 1962. Menurut mereka, proses perundingan tersebut tidak melibatkan masyarakat Papua secara langsung.
Karena itu, aksi tersebut mengangkat isu kemanusiaan dan penegakan ruang demokrasi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi.
Ando menyampaikan bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengikuti kegiatan tersebut secara damai. Ia juga mengajak peserta untuk tetap menghormati nilai-nilai budaya dalam menyampaikan aspirasi.
Bantah Isu Pengibaran Bendera
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KNPB Nabire, Sadrak Kudiai, membantah isu yang beredar terkait dugaan agenda pengibaran simbol tertentu dalam aksi tersebut.
Sadrak mengimbau masyarakat Nabire, baik orang asli Papua maupun pendatang, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Ada isu yang menyebar bahwa akan ada pengibaran bendera Bintang Kejora atau bendera lain. Kami tegaskan itu tidak ada dalam agenda kami. Apabila ada hal tersebut, itu di luar tanggung jawab KNPB,” tegas Sadrak Kudiai.
Menurut Sadrak, KNPB memfokuskan aksi tersebut pada isu kemanusiaan dan demokrasi. Ia menegaskan kegiatan itu tidak bertujuan membedakan masyarakat berdasarkan suku, ras, maupun asal-usul.
Sadrak juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di Nabire selama kegiatan berlangsung. (*)
Penulis : Alvira













