Dampak Penertiban Hutan Jadi Sorotan, Warga Makimi Minta Kepastian

- Admin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan masyarakat Distrik Makimi membawa aspirasi terkait dampak penertiban kawasan hutan dan keberlanjutan mata pencaharian warga kepada DPR RI dan DPD RI di Jakarta. Dok_Pri-PWM

Perwakilan masyarakat Distrik Makimi membawa aspirasi terkait dampak penertiban kawasan hutan dan keberlanjutan mata pencaharian warga kepada DPR RI dan DPD RI di Jakarta. Dok_Pri-PWM

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Perwakilan masyarakat Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, meminta pemerintah memperhatikan kondisi warga dalam pelaksanaan penertiban kawasan hutan.

Permintaan tersebut disampaikan saat perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi kepada DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Masyarakat menyampaikan bahwa penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tidak hanya berkaitan dengan status kawasan, tetapi juga berdampak pada kehidupan warga yang menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Makimi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah dan lembaga negara melihat persoalan tersebut secara menyeluruh.

Selain aspek penertiban, mereka mendorong perhatian terhadap ruang hidup, sumber penghidupan, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Perwakilan masyarakat juga meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai dasar hukum dan pelaksanaan penertiban. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami kebijakan yang diterapkan serta mengetahui langkah yang perlu ditempuh.

Selanjutnya, masyarakat mendorong DPR RI dan DPD RI memfasilitasi audiensi dengan kementerian dan lembaga terkait. Mereka ingin menyampaikan kondisi di lapangan secara langsung serta memperoleh ruang dialog dengan pihak yang memiliki kewenangan.

Masyarakat menilai dialog merupakan langkah penting. Melalui dialog, pemerintah dapat memperoleh informasi langsung dari warga, sementara masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan penertiban yang berlangsung di wilayah mereka.

Baca Juga:  Polres Nabire Gelar Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan

“Kebijakan apa pun yang diterapkan di wilayah kami jangan sampai mengabaikan masyarakat yang hidup dan menggantungkan kehidupannya di sana,” kata perwakilan masyarakat.

Menurut mereka, masyarakat Papua masih menghadapi tantangan dalam bidang kesejahteraan dan pembangunan. Karena itu, masyarakat berharap kebijakan pemerintah tetap memperhatikan keberadaan warga serta sumber penghidupan mereka.

“Di tengah pengalaman panjang masyarakat Papua yang masih menghadapi kesenjangan kesejahteraan dan pembangunan, masyarakat berharap kehadiran kebijakan dan aparat negara, termasuk Satgas PKH, tidak justru mengusik kehidupan sosial dan ekonomi mereka, terutama hubungan masyarakat dengan tanah dan wilayah yang menjadi sumber penghidupan,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat menegaskan bahwa mereka memilih jalur resmi untuk menyampaikan persoalan tersebut.

Aspirasi disampaikan langsung kepada lembaga perwakilan di tingkat nasional sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian melalui mekanisme konstitusional.

Masyarakat kini menunggu tindak lanjut dari DPR RI dan DPD RI. Mereka berharap kedua lembaga tersebut dapat mendorong dialog antara masyarakat terdampak dan kementerian serta lembaga terkait.

Dengan demikian, masyarakat berharap penertiban kawasan hutan dapat dilaksanakan secara transparan dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi warga terdampak di Distrik Makimi. (*)

Penulis : Red

Sumber Berita: Aspirasi kepada DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Retribusi Sampah CFD Nabire Dipersoalkan, UMKM Minta Bayar Saat Jualan
Potensi Laut Papua Tengah Dipetakan Lewat SIBAPATENGA
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Senin, 28 September 2026 - 17:40 WIT

Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang

Senin, 28 September 2026 - 17:21 WIT

DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT