Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, mengapresiasi aksi penyampaian aspirasi pelajar yang tergabung dalam SPWP di Kabupaten Nabire, Selasa (15/9/2026).
Aksi yang mendapat pengamanan gabungan TNI-Polri itu berlangsung aman dan lancar. Komunikasi antara aparat dan peserta turut menjaga situasi tetap kondusif.
“Hari ini kami melaksanakan pelayanan penyampaian aspirasi dari adik-adik pelajar yang bergabung dalam organisasi SPWP. Secara umum, situasi berjalan aman dan lancar,” kata Samuel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 467 personel gabungan TNI-Polri terlibat dalam pengamanan kegiatan tersebut. Peserta juga dinilai terbuka terhadap komunikasi dengan aparat.
Aksi berlangsung sekitar pukul 08.30 WIT hingga 12.30 WIT. Meski sempat melakukan long march, seluruh rangkaian kegiatan tetap tertib.
“Komunikasi antara kami dan adik-adik juga berjalan baik. Meskipun tadi ada sedikit long march, pada umumnya korlap mereka berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh personel. Semuanya berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Kapolres Dorong Komunikasi Berkelanjutan
Samuel mendorong agar komunikasi dan koordinasi antara aparat, masyarakat, dan pelajar terus dibangun dalam setiap penyampaian aspirasi. Menurutnya, komunikasi sejak awal dapat membantu mengantisipasi potensi gangguan dan mencegah kekacauan.
“Ke depan, komunikasi dan koordinasi seperti ini harus terus terjalin. Hal-hal yang perlu kita antisipasi bersama dapat kita siapkan sehingga tidak perlu terjadi hal-hal seperti chaos dan lainnya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh personel yang terlibat, baik dari unsur TNI maupun Polri. Pengamanan melibatkan Lanal Nabire, Polres Nabire, Polda Papua Tengah, Brimob, Satgas Operasi Damai Cartenz, serta unsur TNI lainnya.
Samuel turut menyampaikan terima kasih kepada Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, Wakapolres Nabire Kompol Henri Alfredo Korwa, S.I.K., M.H., dan seluruh personel yang bertugas.
Kapolres Ingatkan Ujaran Pembakaran Dapat Berujung Pidana
Samuel juga menyoroti ujaran yang muncul selama aksi. Ia mengingatkan pelajar agar tidak menyampaikan ancaman atau seruan pembakaran apabila tuntutan belum terpenuhi.
Menurutnya, aspirasi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak mengarah pada perbuatan yang berkonsekuensi hukum.
“Sekiranya dari adik-adik ada penyampaian yang belum bisa dipenuhi, jangan lagi menyampaikan ujaran atau pernyataan berkaitan dengan bakar-membakar. Karena itu ada kaitannya dengan pidana, terkait pengancaman,” tegas Samuel.
Ia mengajak pelajar menyampaikan pendapat secara tertib, santun, dan sesuai aturan.
“Kita belajar menyampaikan aspirasi sehingga tidak perlu ujung-ujungnya ada pidana yang terjadi,” ujarnya.
Polres Nabire bersama jajaran TNI akan terus mengedepankan sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Samuel berharap seluruh pihak turut menjaga kedamaian agar penyampaian aspirasi berlangsung aman tanpa mengganggu ketertiban umum. (*)













