Pelajar Deiyai Tampilkan Mitos Koyeidaba dan Keindahan Alam pada Hari Ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar 2026

- Admin

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Kabupaten Deiyai menampilkan musik akustik bertema Tanah Deiyai pada hari ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Jumat (26/6/2026). Dok_Arief NT

Peserta Kabupaten Deiyai menampilkan musik akustik bertema Tanah Deiyai pada hari ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Jumat (26/6/2026). Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kontingen pelajar Kabupaten Deiyai berhasil menarik perhatian penonton pada hari ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar (CKP) Papua Tengah 2026 yang digelar di Lapangan Bandara Lama Nabire, Jumat (26/6/2026).

Dalam ajang tersebut, para pelajar menampilkan kekayaan budaya suku Mee melalui lomba bertutur cerita rakyat dan musik akustik.

Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah ini menjadi wadah bagi pelajar dari delapan kabupaten untuk memperkenalkan warisan budaya daerah masing-masing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perserta Kontingen Kabupaten Deiyai menampilkan musik akustik bertema Tanah Deiyai pada hari ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Jumat (26/6/2026). Dok_Arief NT
Peserta Kabupaten Deiyai menampilkan musik akustik bertema Tanah Deiyai pada hari ketiga Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Jumat (26/6/2026). Dok_Arief NT
Peserta Kabupaten Deiyai menampilkan cerita rakyat Koyeidaba. Dok_Ist
Peserta Kabupaten Deiyai menampilkan Bertutur cerita Rakyat mitos Koyeidaba. Dokpri_Guru Deiyai

Pada cabang lomba bertutur cerita rakyat, kontingen Deiyai mengangkat mitos Koyeidaba, tokoh legendaris dalam budaya suku Mee yang dikenal sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Guru sekaligus pelatih kontingen Kabupaten Deiyai, Annie Edowai, mengatakan bahwa kisah Koyeidaba dipilih karena mengandung nilai-nilai luhur yang masih relevan dan diwariskan hingga kini.

“Kami membawakan mitos suku Mee tentang Koyeidaba. Ia dikenal sebagai sosok yang membawa kebaikan dan kemakmuran. Dalam masyarakat, ia juga digambarkan bertubuh kecil, tetapi sehat, kuat, dan tangguh,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres Nabire: Polisi Ada karena Masyarakat, Mari Jaga Keamanan Bersama

Menurut Annie, ajaran dan nilai kehidupan yang diwariskan Koyeidaba masih menjadi pedoman bagi masyarakat suku Mee dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain bertutur cerita, kontingen Deiyai juga tampil pada cabang lomba musik akustik. Para pelajar membawakan lagu wajib bertema Tanah Papua yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mee, serta lagu pilihan berjudul Deiyai Maki atau Tanah Deiyai.

Annie menjelaskan bahwa kedua lagu tersebut menggambarkan rasa syukur, kecintaan terhadap tanah kelahiran, serta keindahan alam Kabupaten Deiyai yang dikenal memiliki panorama memikat di Papua Tengah.

“Kedua lagu ini menceritakan keindahan alam dan rasa cinta terhadap Tanah Deiyai. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mensyukuri Papua sebagai tanah yang indah, damai, dan kaya akan sumber daya alam,” katanya.

Melalui penampilan tersebut, kontingen Kabupaten Deiyai berharap generasi muda semakin mengenal cerita rakyat, bahasa daerah, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Selain itu, mereka juga ingin memperkenalkan potensi budaya serta pesona alam Kabupaten Deiyai kepada masyarakat Papua Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 344 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT