Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Suara langkah dan harapan mengalun dari jalanan Siriwini, Senin (27/4/2026) pagi.
Puluhan mahasiswa asal Puncak Jaya berkumpul sambil membawa spanduk, menyatukan tekad untuk menyuarakan keadilan atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi pada 14 April lalu di Kabupaten Puncak.
Sejak pagi, massa mulai memadati lorong RSUD Nabire hingga perempatan Hotel Adamant.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka berdiri berkelompok, kemudian bergantian menyampaikan aspirasi dengan lantang namun tertib.
Aksi ini tidak sekadar unjuk rasa, tetapi juga menjadi cermin kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial di daerah asal mereka.

Selanjutnya, massa merencanakan pergerakan menuju Kantor DPR Papua Tengah. Mereka ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat, sekaligus mendorong adanya perhatian serius terhadap persoalan yang mereka angkat.
Di sisi lain, aparat keamanan dari TNI dan Polri bersiaga di sejumlah titik strategis. Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, hadir bersama personel gabungan untuk memastikan jalannya aksi tetap aman.
Petugas juga mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Hingga siang menjelang, situasi di kawasan Siriwini tetap kondusif. Massa terus menjaga ketertiban sambil bersiap melanjutkan perjalanan.
Semangat mereka menggambarkan satu pesan kuat: suara kemanusiaan tidak boleh diabaikan.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa ruang demokrasi tetap hidup di tengah masyarakat.
Lebih dari itu, langkah para mahasiswa hari ini mencerminkan harapan akan masa depan yang lebih adil, di mana setiap suara didengar dan setiap persoalan mendapat perhatian yang layak. (*)












