Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu meminta massa aksi dari Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak se-Indonesia untuk tetap tertib dan mengutamakan koordinasi saat menyampaikan aspirasi di Nabire, Senin (27/4/2026).
Dalam arahannya di lapangan, Kapolres menegaskan pentingnya keputusan yang jelas agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu keamanan.
“Kalau memang harus berada di asrama Puncak, berarti semua harus terfokus di asrama Puncak. Jangan terpecah-pecah, karena itu akan menyulitkan pengaturan keamanan,” ujar Samuel Tatiratu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, aparat keamanan mengerahkan ratusan personel untuk mengawal jalannya aksi. Karena itu, massa diminta tidak menyebar ke beberapa titik agar pengamanan dapat dilakukan secara efektif.

Kapolres juga meminta massa segera menentukan langkah, apakah tetap berkumpul di satu titik atau bergerak menuju lokasi tujuan dengan pengawalan aparat.
“Silakan tentukan sekarang, supaya pengaturan bisa disempurnakan dan semua berjalan aman,” katanya.
Sementara itu, koordinator lapangan massa aksi menyatakan pihaknya akan menjaga ketertiban dan fokus pada penyampaian aspirasi secara damai.
“Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami ingin berjalan dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Ia juga mengimbau peserta aksi untuk tidak memaksakan diri melewati jalur yang belum aman dan tetap mengikuti arahan penanggung jawab lapangan.
Hingga siang hari, situasi di Nabire terpantau aman dan kondusif dengan aparat keamanan berjaga di sejumlah titik. (*)












