Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nabire Teluk Kimi Lani di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Nomor 945/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026 sebagai respons atas dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN mengambil langkah ini setelah menerima laporan pada 13 Maret 2026 terkait dugaan kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa dan guru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, hasil investigasi awal di lapangan serta laporan dari Koordinator Regional Provinsi Papua Tengah turut menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan tersebut.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa penutupan sementara ini merupakan bentuk langkah cepat untuk melindungi masyarakat.
“Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk respons cepat guna memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG. Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” tegas Marsel.
Ia menjelaskan, langkah ini juga bertujuan memberikan ruang bagi tim terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru.
Saat ini, BGN bersama instansi teknis terkait tengah melakukan pemeriksaan terhadap bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG Lani.
Selain itu, evaluasi terhadap standar kebersihan dan sanitasi juga menjadi fokus utama dalam proses investigasi.
BGN menegaskan bahwa penghentian operasional ini bersifat sementara dan dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Langkah tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang percepatan pengelolaan keamanan pangan pada SPPG, yang menekankan pentingnya standar keamanan dan higienitas makanan.
Operasional SPPG Nabire Teluk Kimi Lani akan kembali dibuka setelah hasil investigasi dan uji laboratorium menyatakan bahwa seluruh proses telah aman dan memenuhi standar keamanan pangan.
Penutupan sementara dapur SPPG Lani akan berlangsung hingga seluruh tahapan investigasi selesai dan dinyatakan layak untuk kembali beroperasi.
Keputusan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan setiap layanan yang diberikan benar-benar aman bagi masyarakat, khususnya para siswa sebagai penerima manfaat utama. (*)












