Diskusi 1 Mei, IPMADO Soroti Tragedi Dogiyai dan Isu HAM Papua

- Admin

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IPMADO Nabire saat melaksanakan diskusi publik depan kantor MRP jalan Mandala atas Bumi Wonorejo. Jumat (1/5/2026). Dok-Alvi

IPMADO Nabire saat melaksanakan diskusi publik depan kantor MRP jalan Mandala atas Bumi Wonorejo. Jumat (1/5/2026). Dok-Alvi

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Di depan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Jalan Mandala, Bumi Wonorejo, Nabire, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Nabire menggelar diskusi publik. Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Marius Petege, yang akrab disapa TipeX, dengan diikuti sekitar 20 peserta dari IPMADO Nabire.

Diskusi tersebut menyoroti sejumlah isu kemanusiaan yang terjadi di wilayah Papua, khususnya peristiwa yang disebut peserta sebagai tragedi sipil di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, IPMADO Nabire menyampaikan tiga poin tuntutan utama, yakni:

  1. Penegakan keadilan atas dugaan jatuhnya lima korban sipil di Dogiyai.
  2. Penarikan aparat militer non-organik dari wilayah Dogiyai dan Tanah Papua.
  3. Penegakan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Tanah Papua.

Marius Petege selaku pengarah kegiatan menjelaskan bahwa diskusi ini juga bertepatan dengan tanggal 1 Mei yang oleh sebagian masyarakat Papua diperingati sebagai hari bersejarah terkait integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Ratusan PNS Papua Tengah Resmi Disumpah, Fokus Layani Masyarakat

“Hasil kesimpulan diskusi hari ini bertepatan dengan 1 Mei, yang bagi kami adalah hari bersejarah ketika Papua masuk ke dalam bingkai NKRI dalam situasi tekanan militerisme.

Karena itu, kami berdiskusi mengenai berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Papua, khususnya peristiwa di Dogiyai yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka,” ujar Marius

Ia menambahkan bahwa IPMADO Nabire mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah hukum atas peristiwa tersebut.

“Kami meminta agar pemerintah daerah Dogiyai dan aparat penegak hukum segera bertindak dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Selain itu, kami juga mendesak agar militer non-organik segera ditarik dari Papua,” tegasnya.

Marius juga menyampaikan bahwa IPMADO Nabire berencana melanjutkan aksi dalam bentuk lanjutan sebagai bentuk konsistensi perjuangan aspirasi mahasiswa.

“Kami akan melakukan aksi jilid dua sebagai bentuk penyampaian aspirasi lanjutan kepada pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan diskusi publik tersebut ditutup dengan seruan solidaritas mahasiswa dan pelajar Papua sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Tanah Papua. (*)

Penulis : Reporter: Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kepala Suku Simapitowa Ungkap Dugaan Tawaran Rp250 Juta Terkait Aktivitas di KM 102
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Berita Terbaru