Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Di tengah aktivitas jual beli yang terus berjalan, keresahan pedagang kian terasa. Kelangkaan LPG di Pasar Sentral Kalibobo memicu lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan, Rabu (6/5/2026).
Sejumlah pedagang eceran di pasar tersebut mengaku kesulitan mendapatkan stok LPG ukuran 5 hingga 12 kilogram. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa bulan dan terus memburuk.
Salah satu pedagang, Sifa, pemilik Kios Wajo Utama, menyampaikan langsung keluhannya saat ditemui di kiosnya. Ia mengaku pasokan gas semakin sulit diperoleh, meski permintaan masyarakat tetap tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang penting barangnya ada, tetapi sekarang ini barang lagi susah sekali didapat,” ujarnya.
Selama ini, Sifa mengambil pasokan dari PT Pusaka Dewa Kresna yang berlokasi di kawasan Siriwini. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, distribusi dinilai tidak berjalan lancar.
Akibatnya, harga di tingkat pengecer melonjak tajam. Untuk LPG 12 kilogram, harga beli dari distributor mencapai lebih dari Rp300 ribu, lalu dijual kembali sekitar Rp400 ribu. Bahkan, ia mendapat informasi harga bisa menembus Rp500 ribu.
Sementara itu, LPG ukuran 5 kilogram juga mengalami kenaikan signifikan. Pedagang menjual tabung tersebut hingga Rp250 ribu karena terbatasnya stok di pasaran.
Selain kenaikan harga, ketidakpastian distribusi semakin memperburuk situasi. Pedagang tidak dapat memastikan kapan pasokan berikutnya akan tersedia, sehingga aktivitas jual beli ikut terganggu.
Di sisi lain, kondisi ini juga berdampak langsung pada masyarakat. Warga harus membeli gas dengan harga lebih tinggi atau mencari alternatif lain untuk kebutuhan sehari-hari. (*)












