Harga LPG di Nabire Melonjak, Pedagang Minta Kepastian Distribusi

- Admin

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tabung LPG Pink dari 5kg-12kg bertuliskan isi tabung (Kosong) di Kios Wajo Utama yang berada dipasar sentral kalibobo, Nabire. Rabu (6/5/2026). Dok-Alvi

Gambar Tabung LPG Pink dari 5kg-12kg bertuliskan isi tabung (Kosong) di Kios Wajo Utama yang berada dipasar sentral kalibobo, Nabire. Rabu (6/5/2026). Dok-Alvi

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Di tengah aktivitas jual beli yang terus berjalan, keresahan pedagang kian terasa. Kelangkaan LPG di Pasar Sentral Kalibobo memicu lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan, Rabu (6/5/2026).

Sejumlah pedagang eceran di pasar tersebut mengaku kesulitan mendapatkan stok LPG ukuran 5 hingga 12 kilogram. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa bulan dan terus memburuk.

Salah satu pedagang, Sifa, pemilik Kios Wajo Utama, menyampaikan langsung keluhannya saat ditemui di kiosnya. Ia mengaku pasokan gas semakin sulit diperoleh, meski permintaan masyarakat tetap tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang penting barangnya ada, tetapi sekarang ini barang lagi susah sekali didapat,” ujarnya.

Selama ini, Sifa mengambil pasokan dari PT Pusaka Dewa Kresna yang berlokasi di kawasan Siriwini. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, distribusi dinilai tidak berjalan lancar.

Baca Juga:  Polri Perkuat Patroli Wisata, Sentuhan Humanis Warnai Operasi Ketupat Noken 2026

Akibatnya, harga di tingkat pengecer melonjak tajam. Untuk LPG 12 kilogram, harga beli dari distributor mencapai lebih dari Rp300 ribu, lalu dijual kembali sekitar Rp400 ribu. Bahkan, ia mendapat informasi harga bisa menembus Rp500 ribu.

Sementara itu, LPG ukuran 5 kilogram juga mengalami kenaikan signifikan. Pedagang menjual tabung tersebut hingga Rp250 ribu karena terbatasnya stok di pasaran.

Selain kenaikan harga, ketidakpastian distribusi semakin memperburuk situasi. Pedagang tidak dapat memastikan kapan pasokan berikutnya akan tersedia, sehingga aktivitas jual beli ikut terganggu.

Di sisi lain, kondisi ini juga berdampak langsung pada masyarakat. Warga harus membeli gas dengan harga lebih tinggi atau mencari alternatif lain untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru